logo rilis
Soal Masuknya Kampus Asing di Indonesia, Begini Kata Kemenristekdikti
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
28 April 2018, 22:40 WIB
Soal Masuknya Kampus Asing di Indonesia, Begini Kata Kemenristekdikti
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jambi— Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), meminta perguruan tinggi tak khawatir dengan kampus asing yang akan masuk ke Indonesia. Apalagi, kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi pada Kemenristekdikti, Jumain Appe, sampai merasa akan kalah bersaing dengan keberadaan kampus asing tersebut.

"Keberadaan perguruan tinggi asing itu nantinya harus ada kerja sama untuk penguatan inovasi perguruan tinggi di dalam negeri, sehingga tidak perlu dikhawatirkan," kata Appe di Jambi, Sabtu (28/4/2018).

Appe mengatakan, pada 2018 ini baru satu perguruan tinggi asing, yakni dari Australia yang akan masuk dan buka di Indonesia. Menurutnya, sudah ada permintaan dari pemerintah Asutralia saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke negeri Kanguru tersebut beberapa waktu lalu.

"Kita siapkan dan itu nanti ada di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), untuk fakultasnya belum tahu, tapi yang kita harapkan hanya untuk disiplin ilmu tertentu, yakni sains teknologi, engineering dan matematika, untuk bidang tersebut kita yang masih lemah sehingga kita dorong," ujarnya.

Dia menilai, masuknya kampus asing di Indonesia sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Hal itu menurutnya, juga untuk mendorong banyak perguruan tinggi di dalam negeri agar dapat berkolaborasi dengan kampus asing tersebut.

Appe memastikan, keberadaan kampus asing di Indonesia tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus ada kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam negeri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing. Dengan begitu, imbuh dia, justru perguruan tinggi dalam negeri akan semakin kompetitif.

"Kita hubungkan dengan perguruan tinggi dalam negeri, supaya level dari perguruan tinggi kita ini menjadi lebih berwarna, jadi intinya wajib dan harus kolaborasi ya," imbuhnya.

Appe mengungkapkan, pihaknya meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar terus mengasah daya kreasi dan inovasi mahasiswa. Dengan begitu, akan mampu melahirkan produk baru menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

"Hal tersebut yang sedang kita usahakan, yakni harus melakukan kerja sama penelitian yang levelnya internasional dan masuk jurnal indeks standar internasional, sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan dari perguruan tinggi di Indonesia mampu bersaing dalam persaingan global yang semakin ketat ini," paparnya.

Sumber: Antara


500
komentar (0)