logo rilis
Soal 'Indonesia Bubar 2030', LIPI Nilai Prabowo Ingin Sadarkan Publik
Kontributor
Afid Baroroh
22 Maret 2018, 02:22 WIB
Soal 'Indonesia Bubar 2030', LIPI Nilai Prabowo Ingin Sadarkan Publik
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menilai, pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut 'Indonesia Bubar 2030' untuk menyadarkan masyarakat. Menurutnya, Prabowo tak ingin Indonesia bubar seperti negara-negara lain. 

"Yang dilakukan oleh Prabowo bahwa ada ancaman di Indonesia," kata Firman kepada rilis.id, di Jakarta, Rabu (14/3/2018). 

Dia menilai dalam pidato mantan Danjen Kopassus itu untuk meyakinkan masyarakat, ada banyak kondisi yang tidak menguntungkan Indonesia. Karena itu, Prabowo mengantisipasi akan adanya kemungkinan yang memperburuk keadaan bangsa dan negara. 

"Retorika itu, untuk menjadikan alasan Prabowo harus kembali turun tangan untuk mencegah kemungkinan keterpurukan bangsa," tukasnya.  

Berikut pidato Prabowo soal 'Indonesia bubar 2030':

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.

Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)