logo rilis
Soal Impor Dosen, Ini Pesan DPR
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 12:48 WIB
Soal Impor Dosen, Ini Pesan DPR
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto meminta pemerintah tetap memperhatikan dosen dalam negeri. Dia pun menginginkan regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk kedatangan dosen asing tidak menegsampingkan dosen dalam negeri.

"Sudah cukup banyak dosen di Indonesia yang memiliki kemampuan mumpuni, bahkan beberapa di antaranya sudah mengabdi sampai ke pelosok negeri," kata Agus Hermanto di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menyebut, dosen nasional yang telah mengabdi rupa perlu mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Politikus Partai Demokrat juga mengingatkan, tidak sedikit guru besar atau profesor yang turun gunung memasuki desa-desa dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

"Jika tujuan untuk mendatangkan dosen asing untuk pertukaran ilmu dan pengetahuan, hal tersebut sah-sah saja dilakukan pemerintah," ucapnya.

Kendati demikian, kata dia, kalau dosen asing khusus didatangkan untuk mengajar di sini, hal itu perlu dikaji ulang.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) agar tidak terburu-buru mengimpor ratusan tenaga dosen asing.

Hal ini disampaikan Bamsoet sapaan karibnya menanggapi rencana kedatangan sekitar 200 dosen asing untuk mengajar di Indonesia. Meski merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, dia meminta pemerintah tidak terburu-buru. Pemerintah harus melakukan pemetaan dulu pada persoalan, kondisi, dan kebutuhan di setiap perguruan tinggi nasional.

Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono mengatakan, keberadaan dosen asing di universitas negeri di Indonesia dapat mendatangkan pendonor riset dari luar negeri, mengingat dana riset dari pemerintah sangat terbatas.

"Sebagai contoh misalnya ada satu dosen asing di UGM, kemudian membuat proposal penelitian bersama dengan profesor di UGM, lalu mencari dana dari pihak asing. Hal ini karena dana riset dari Pemerintah Indonesia sangat terbatas," kata Panut usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis pekan lalu.

Dengan adanya tenaga kerja asing di bidang pendidikan di Tanah Air, diharapkan dapat terjadi kerja sama yang dapat menguntungkan universitas, khususnya kampus-kampus negeri di Indonesia.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)