Home » Elektoral

Soal Dugaan Didanai Korporasi Besar, Arinal Bungkam

print this page Jumat, 13/10/2017 | 15:57

Calon gubernur Arinal Djunaedi (kedua kanan) berfoto bersama dalang kondang Ki Entus dan Ketua Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Sugeng P Hariyanto. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandar Lampung— Calon gubernur Lampung Arinal Djunaidi bungkam saat dikonfirmasi soal dugaan pencalonannya pada pemilihan gubernur 2018 didanai sebuah grup korporasi berskala nasional. 

Saat rilis.id menghubungi Arinal, Jumat (13/10/2017) secara langsung, baik lewat pesan WhatsApp maupun sambungan telepon seluler, mantan Sekretaris Daerah Lampung ini tak meresponsnya sama sekali.

Tak hanya sekali rilis.id menghubungi Arinal, namun mantan Kepala Dinas Kehutanan Lampung itu juga masih tak mau berkomentar meskipun nomor yang dihubungi dalam keadaan aktif. 

Tak mendapat respons Arinal, rilis.id mengonfirmasinya ke Ketua Harian DPD Partai Golkar Lampung I Made Bagiasa.

"Saya tidak punya wewenang untuk menjawab atau mengklarifikasi hal itu. Silahkan tanyakan langsung kepada Arinal," ujar Made.

Menurut Made, pihaknya selama ini bekerja untuk kepentingan partai, bukan perusahaan tertentu. Karena itu, dalam kegiatannya pun menggunakan anggaran partai, bukan coorporate besar.

"Kalaupun ada uang yang kami gunakan di partai untuk sosialisasi itu murni uang pribadi," papar Made.

Adapun Ketua DPD Golkar Bandar Lampung Yuhadi justru meminta agar media memberitakan hal-hal bagus, dan tidak saling menyerang dalam perhelatan Pilgub Lampung, Juni 2018 mendatang.

Sementara itu, Pengamat hukum dan politik Universitas Lampung Edi Rifai mengatakan bahwa kehadiran coorporate dalam konteks pemilihan kepala daerah tentu mengundang tanya besar.

"Campur tangan coorporate tentu akan merusak tatanan demokrasi di Bumi Lampung. Adanya peran coorporate dalam pemilu dan pemilukada tentu dibarengi dengan kepentingan coorporate," tutur Edy. 

Menurut Edy, dampak terburuknya bila kepala daerah yang dibiayai perusahaan itu terpilih maka dipastikan kepala daerah tersebut akan memiliki keberpihakan yang cenderung terhadap si pemilik modal, daripada berpihak kepada rakyat.

Sebelumnya, muncul dugaan bila pencalonan Arinal dibiayai oleh korporasi besar yang ada di Lampung. Grup perusahaan ini secara gencar mensponsori Arinal dalam kegiatan sosialiasi di tengah masyarakat.

Satu di antara kampanye Arinal yang sangat gencar adalah pagelaran wayang di seluruh kabupaten/kota di Lampung secara bergilir tiap akhir pekan yang dilakukan sejak pertengahan Maret 2017.

Penulis Noercholis Rifai
Editor Eroby JF

Tags:

Arinal DjunaidiPilgub LampungArinalPilkada Lampung

loading...