logo rilis
Soal Dosen Impor, Ini Penjelasan Menristekdikti
Kontributor
Elvi R
18 April 2018, 09:57 WIB
Soal Dosen Impor, Ini Penjelasan Menristekdikti
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Isu yang berkembang mengenai kedatangan dosen dari luar negeri cukup meresahkan berbagai pihak. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mengatakan, kedatangan dosen asing ke Indonesia tidak bisa diistilahkan dengan impor. Menurutnya, kedatangan mereka memiliki batas waktu dan tujuan tertentu.

"Bukan impor dosen, tapi bagaimana kita berkolaborasi, antara dosen dalam negeri dengan luar negeri," ujar Nasir di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Nasir menjelaskan, nantinya dosen asing akan berkolaborasi dalam pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Mereka pun dipekerjaan dalam kontrak yang waktu terbatas.

"Jadi mereka di sini buat mentransfer ilmu dan teknologi. Hanya setahun dua tahun untuk meningkatkan mutu dan kualitas," ungkap Nasir.

Kedatangan dosen asing, lanjutnya merupakan keniscayaan untuk Indonesia. Karena, di masa mendatang Indonesia akan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi asing lainnya.

"Kerja sama kami rencananya dengan Australia, Amerika Serita, Korea, Jepang, Eropa dan lainnya. Ini tentu saja menjadi hal baik bagi kita," jelasnya.

Sebelumnya, wakil ketua DPR RI Agus Hermanto meminta pemerintah tetap memperhatikan dosen dalam negeri. Dia pun menginginkan regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk kedatangan dosen asing tidak menegsampingkan dosen dalam negeri.

"Sudah cukup banyak dosen di Indonesia yang memiliki kemampuan mumpuni, bahkan beberapa di antaranya sudah mengabdi sampai ke pelosok negeri," kata Agus Hermanto di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menyebut, dosen nasional yang telah mengabdi rupa perlu mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Politikus Partai Demokrat juga mengingatkan, tidak sedikit guru besar atau profesor yang turun gunung memasuki desa-desa dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

"Jika tujuan untuk mendatangkan dosen asing untuk pertukaran ilmu dan pengetahuan, hal tersebut sah-sah saja dilakukan pemerintah," ucapnya.
Kendati demikian, kata dia, kalau dosen asing khusus didatangkan untuk mengajar di sini, hal itu perlu dikaji ulang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID