logo rilis
Soal Cacing, Komisi IX Anggap Menkes Aneh
Kontributor
Nailin In Saroh
01 April 2018, 14:45 WIB
Soal Cacing, Komisi IX Anggap Menkes Aneh
Menkes Nila F Moeloek workshop peningkatan kemanfaatan alkes dalam negeri dengan tema membangun industri alat kesehatan nasional berbasis riset. Acara digelar di Balai Kartini, Jakarta, Senin (19/3/2018).

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani, meminta impor ikan makerel dihentikan karena lebih banyak mudarat ketimbang manfaat. Selain itu, ikan makarel tidak terlalu dibutuhkan masyarakat Indonesia. 

"Lain dengan ikan salmon yang memang dibutuhkan untuk nutrisi anak-anak," ujar Irma di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Pernyataan Irma ihwal statement Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek soal cacing ikan kemasan kaleng mengandung protein. 

Menurut Irma, makanan kaleng yang mengandung cacing selain menjijikkan juga bisa membuat alergi dan sakit perut. Sehingga hal tersebut tentu tidak layak konsumsi. 

"Masih banyak makanan lain yang sehat dan layak konsumsi, jangan paksakan apalagi 16 produk tersebut impor," katanya.

Irma menyebutkan, cacing yang layak dimakan adalah cacing yang tidak memiliki efek samping ketika dikonsumsi. Seperti cacing tanah untuk obat, cacing sagu, dan bukan cacing yang ada di makanan kaleng.  

"Memang menurut penelitian cacing tersebut tidak berbahaya, tetapi tetap memiliki efek samping jika memasaknya tidak benar sehingga cacing tersebut tidak benar-benar mati, selain itu tentu menjijikkan untuk dikonsumsi," jelasnya.

Sebelumnya, Menkes Nila mengatakan ikan makarel dalam kemasan kaleng tidak akan dimakan secara mentah. Lagi pula, cacing di dalam ikan makarel akan mati jika sebelum disajikan karena dimasak terlebih dahulu.

"Cacing itu sebenarnya isinya protein, tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril," ucapnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/3) lalu.


 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)