logo rilis
SMAN 6 Bogor dan Kelompok Wanita Tani Sindangsari Kunjungi Bank Gen Balitbangtan
Kontributor
Elvi R
09 Mei 2018, 12:26 WIB
SMAN 6 Bogor dan Kelompok Wanita Tani Sindangsari Kunjungi Bank Gen Balitbangtan
Siswa SMAN 6 Bogor. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bogor— Sebanyak 44 orang yang terdiri dari siswa/I SMA Negeri 6 Bogor dan Kelompok Wanita Tani Sindangsari berkunjung ke Balitbangtan di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. 

Disambut hangat oleh Kelompok Peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik, siswa/I dan kelompok wanita tani antusias mengenal pertanian secara menyeluruh.

Pemaparan singkat mengenai sumber daya genetik oleh Dr. Nurul Hidayatun menjadi pembuka kunjungan kali ini.  

Selesai menyimak pemaparan singkat tentang sumber daya genetik, melalui arahan dan penjelasan oleh Peneliti Andari Risliawati, SP dan Ir. Nurwita Dewi, M.Si seluruh peserta kunjungan diajak untuk melihat langsung laboratorium kultur jaringan serta tempat penyimpanan SDG jangka menengah dan jangka panjang atau yang biasa disebut Bank Gen. 

“Ini pengalaman yang luar biasa, saya baru pertama kali lihat Bank Gen dan saya juga baru mengetahui teknologi kultur jaringan. Semuanya keren,” Kata Nahya, siswi kelas 1 SMA Negeri 6 Bogor.

Terbatasnya waktu tidak menyurutkan semangat seluruh peserta kunjungan untuk mengenal lebih dalam teknologi pertanian. Tidak hanya melihat laboratorium kultur jaringan dan bank gen seluruh perserta kunjungan juga berkesempatan melihat langsung petak pamer ubi yang berada di kawasan Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. 

“Selama ini saya hanya tahu satu jenis padi, kacang dan ubi tapi hari ini saya tahu lebih banyak tentang jenis-jenis padi, ubi dan kacang terlebih lagi dengan melihat Bank Gen saya yakin di kemudian hari stok pangan akan terus aman,” ujar Nurlaela, anggota Kelompok Wanita Tani Sindangsari.

Kunjungan kali ini diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk peduli terhadap pertanian di Indonesia. Selain itu kunjungan kali ini juga diharapkan dapat bermanfaat secara langsung bagi para petani. Sehingga kedepannya diharapkan, bukan hanya terwujudnya Indonesia sebagai lumbung padi dunia 2045 tapi Indonesia yang melahirkan generasi muda sebagai petani sukses atau sarjana pertanian yang terampil demi pertanian Indonesia yang terus jaya.

Sumber: Nurul Ulfah/Ir Mastur, MSi PhD/Balitbangtan


500
komentar (0)