logo rilis

Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, Ridwan Saidi: Kubu Jokowi-Ma'ruf Kalang Kabut
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
12 Februari 2019, 16:01 WIB
Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, Ridwan Saidi: Kubu Jokowi-Ma'ruf Kalang Kabut

RILIS.ID, Jakarta— Budayawan Ridwan Saidi, mempertanyakan pemerintah yang memproses hukum sejumlah pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, salah satunya Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif. 

Menurut Ridwan, Slamet Ma'arif ditetapkan tersangka lantaran kubu capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mulai takut. 

"Ini psikologi orang yang mengerti akan kalah. Rezim sekarang takut. Harusnya mereka tidak melakukan penangkapan-penangkapan. Apalagi pidana pemilu kan tidak sampai 7 bulan," katanya saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Selasa-an, Topic of The Week, "Jelang Pilpres, Jokowi Blunder dan Panik?", di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/2019). 

Ridwan menilai, penetapan tersangka terhadap sejumlah pendukung Prabowo-Sandi tidak akan berdampak apa-apa bagi paslon nomor urut 02 tersebut. Termasuk, lanjut dia, penetapan tersangka terhadap Slamet Ma'arif. 

"Misal Slamet Maarif ditangkap, 212 nanti akan jalan juga. Banyak kader-kader kita. Kalau pertandingan ada kalah dan menang, enggak usah bertindak seperti ini. Nanti ada penilaian dari Komnas HAM internasional, kok begini banget sih pemilu di Indonesia. Lawannya kok enggak boleh menang," ujarnya. 

Ridwan mengungkapkan, dirinya telah berpengalaman mengikuti sejumlah pemilu di Indonesia, termasuk Pemilu 1955. Menurutnya, Pemilu 2019 ini terlihat dengan jelas bahwa petahana sudah mulai ketakutan akan mengalami kekalahan. 

"Ini kubu lawan memang kalang kabut. Enggak ada hitung-hitungannya mereka (Jokowi-Ma'ruf) bakal menang. Ini sudah jodohnya Prabowo presiden. Mau kita tolak begaimana juga enggak bisa. Cuma kita jangan sombong, tetap kita rendah hati," paparnya. 

Selain Ridwan Saidi, diskusi yang digelar oleh Seknas Prabowo-Sandi setiap pekan itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya, di antaranya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, da'i nasional Fahmi Salim, dan dosen UMS Surakarta Aad Satria Permadi. 
 

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID