logo rilis
Situasi Memburuk, WNI Diimbau Tak Berkunjung ke Suriah
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 April 2018, 15:55 WIB
Situasi Memburuk, WNI Diimbau Tak Berkunjung ke Suriah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk tidak berkunjung ke Suriah. Hal itu lantaran semakin memburuknya situasi keamanan di negara tersebut.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di Suriah, Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk tidak melakukan kunjungan ke Suriah sampai situasi keamanan membaik," kata pernyataan dari Kemlu RI melalui siaran pers, Sabtu (14/4/2018).

Bagi para WNI yang berada di Suriah, Kemenlu mengimbau kepada mereka untuk segera melaporkan diri. Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk selalu berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus.

Kemudian, bagi WNI yang ingin memberikan ataupun mendapatkan informasi terkini mengenai situasi keamanan lebih lanjut di Damaskus dan sekitarnya, dapat menggunakan aplikasi bergerak Safe Travel. Aplikasi Safe Travel dapat diunduh dalam format Android dan iOS.

Bagi WNI di Suriah yang memerlukan bantuan atau informasi juga dapat menghubungi "hotline" KBRI Damaskus pada nomor + 963 954444810 atau + 963937021018, dan dapat juga menghubungi "hotline" Perlindungan WNI Kemenlu pada nomor +62 812-9007-0027.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan pelaksanaan serangan ke Suriah dengan menargetkan pengguna senjata kimia setelah terjadinya serangan gas beracun pekan lalu, yang menewaskan setidaknya 60 orang.

Trump mengatakan operasi gabungan antara Amerika Serikat dengan Prancis dan Inggris sedang bergerak menuju sasaran dan bahwa mereka siap melanjutkan tindakan itu sampai Suriah menghentikan penggunaan senjata kimia.

"Saya baru saja memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melakukan serangan secara tepat terhadap target-target yang berhubungan dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

Sumber: Antara


500
komentar (0)