logo rilis
Siti Fauziah: Wartawan Bantu Angkat Potensi dan Permasalahan Daerah
Kontributor
Yayat R Cipasang
14 April 2018, 17:04 WIB
Siti Fauziah: Wartawan Bantu Angkat Potensi dan Permasalahan Daerah
Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

SEKIRA 90 wartawan mengunjungi Manado, Sulawesi Utara, dalam kegiatan press gathering setalian dengan diskusi bertajuk Menggali Potensi Kelautan Nasional. Kegiatan wartawan ini sebagai bagian dari ikhtiar MPR untuk membantu mengekspose potensi dan permasalahan di daerah sehingga menjadi wacana nasional.

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah mengamini wacana Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani yang mengusulkan kegiatan wartawan ke daerah diperbanyak. Wartawan rilis.id Yayat R Cipasang sempat mewawancarai Siti Fauziah tidak hanya soal kegiatan wartawan yang selama ini terlibat dalam sejumlah kegiatan di lingkungan Kompleks Parlemen tetapi juga terkait sejumlah isu lainnya seperti penambahan Pimpinan MPR dan juga terbentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Berikut petikan selengkapnya.

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mewacanakan press gathering wartawan Parlemen ditambah satu kali menjadi tiga kali dalam setahun, tanggapan Anda?

Saya kira usulan ini bagus untuk memunculkan potensi daerah. Dengan membawa sekira 90 wartawan dari Parlemen ke sebuah daerah, potensi daerah yag belum tergali dapat terekspose secara nasional bahkan mungkin secara internasional.

Tapi itu nanti akan kita bicarakan di forum anggaran. Kalau memang tidak bisa di tahun ini mungkin di tahun depan. Tapi ini memang suatu kebutuhan karena dari  pengalaman yang sudah kita lakukan dampaknya cukup positif.

Manfaatnya seperti apa saja?

Ya, seluruh wartawan yang ikut press gatherig ini dapat mengangkat potensi suatu daerah seperti pariwisata, kuliner dan seperti yang dibicarakan dalam forum tadi, termasuk permasalahan atau yang menjadi kendala suatu daerah bisa terangkat ke forum nasional dan menjadi bahan kebijakan pemangku kepentingan.

Daerah seperti apa yang menjadi tujuan kunjungan wartawan Parlemen?

Daerah-daerah terdepan Indonesia menjadi fokus kita. Karena wajah Indonesia atau etalase kita ada di sana. Misalnya Kalimantan Utara (Kaltara) dan daerah perbatasan Indonesia lainnya. Kehidupan warga Indonesia dengan negara tetangganya ternyata jomplang sekali.

Saya kira kita harus segera mengangkat permasalahan-permasalahan di daerah perbatasan seperti itu. Misalnya harga pangan di daerah perbatasan seperti di Kucing, sangat mahal. Karena itu warga Indonesia lebih senang berbelanja kebutuhan sehar-hari ke wilayah Malaysia karena lebih terjangkau dari sisi jarak dan juga harga.

Dengan membawa wartawan ke daerah pebatasan seperti itu diharapkan segala permasalahan dapat terungkap dan menjadi perhatian pemangku kepentingan seperti soal infrastruktur, potensi daerah dan pariwisataya sehingga bisa menarik perhatian investor.

Pimpinan MPR bertambah tiga menjadi delapan orang, tentu anggaran juga bertambah seperti apa koordinasinya dengan Kementerian Keuangan?

Kita sudah mengusulkan penambahan anggaran untuk tiga orang Pimpinan MPR yang baru. Anggarannya ada tapi belum disetujui Kementerian Keuangan. 

Anggaran ini perlu untuk mendukung dan mem-backup segala kegiatan Pimpinan MPR sehingga semua aktivitas Pimpinan MPR ini dapat berjalan dengan baik, termasuk juga sejumlah kegiatan yang melibatkan wartawan.

Bagaimana terkait ketersedian personel di kehumasan untuk mendukung Pimpinan MPR baru ini?

Ketika masih lima Pimpinan MPR, mungin tidak semua personel kehumasan bergerak. Nah, sekarang karena Pimpinan MPR bertambah tentu perlu tenaga tambahan untuk menkover semua kegiatan. Karena itu saya sudah minta ke sejumlah unit lainnya di Biro Kehumasan MPR untuk terlibat.

Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) telah berubah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), seperti apa koordinasinya dengan MPR terkait Sosialisasi Empat Pilar?

Tidak ada keterkaitan tapi kita melakukan kerja sama. Kebetulan nanti tanggal 2 Mei 2018 kita akan menggelar kegiatan bekerja sama dengan BPIP. Kita tidak dalam posisi tarik-menarik pekerjaan kita justru bersinergi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)