logo rilis

Sisihkan Atlet Dunia, Pelari Lampung Juarai Gede Pangrango Ultra100
Kontributor
RILIS.ID
02 Desember 2018, 17:47 WIB
Sisihkan Atlet Dunia, Pelari Lampung Juarai Gede Pangrango Ultra100
Dua pelari Lampung, Alvi Salim dan Riski Saputra. FOTO: HUMAS PACERS LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung— Dua pelari Lampung, Alvi Salim dan Riski Saputra, kembali meraih prestasi membanggakan di lomba lari trail bergengsi di Asia Tenggara, Gede Pangrango Ultra100.

Alvi meraih juara pertama, sedangkan Riski Saputra menduduki podium ke-4 pada lomba yang diselenggarakan di Balai Besar Taman Nasional GP, Cibidas-Jawabarat, 30 November-2 Desember 2018.

Pelari dari komunitas Pahoman Addicted Runners (Pacers) Lampung itu menyisihkan peserta dari Eropa, Jepang, Cina, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Gede Pangrango Trail Ultra100 mempertandingkan nomor jarak lari 150 kilometer (km), 100 km, 50 km, dan 25 km. Alfi dan Riski meraih gelar juara di nomor 25 km.

Alvi bahkan memecahkan rekor berlari di ajang lomba dengan track sepenuhnya menanjak gunung itu dengan catatan waktu 5 jam 10 menit 3 detik. Sedangkan Riski lebih lambat 8 menit.

Kedua atlet Lampung ini mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton dan panitia lomba. Mereka memang dikenal ramah dan bersahaja.

Saat ditanyakan mengapa gemar mengikuti lomba lari lintas alam, keduanya kompak menjawab lari trail lebih mendekatkan diri pada keindahan alam dan Sang Pencipta.

"Ke depan kami akan mengenalkan keindahan gunung dan laut Lampung kepada peserta lomba lari trail dunia," tekad Alvi yang juga anggota Brimobda Lampung itu.

Gede Pangrango Ultra100 memang dikenal sebagai ajang lomba lari lintas alam paling brutal. Lari dimulai dari garis start pada Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango di Cibodas dengan ketinggian 1432 mdpl.

Pelari bukan saja menempuh track ekstrem menanjak, tapi berhadapan cuaca sangat dingin. Kemudian berlari sampai atas Gunung Gede Pangrango yang dikenal Puncak dengan ketinggian Madalawangi 2980 mdpl.

Lalu pelari menuruni lereng curam pada hutan lebat kemudian berlari naik ke Puncak Suryakencana 2700 mdpl dan selanjutnya kembali menyisir lereng curam ke arah garis finis di Cibodas.

Prestasi dua pelari Lampung ini sungguh membanggakan. Mereka sebelumnya memulai seri Grand Slam Ultra Trail Marathon pada Mei 2018 di ajang Rinjani Ultra100 dan selesai di tempat ke-4 dan 8.

Alfi dan Riski kembali mengikuti lomba lari Gunung Bromo-Tengger-Semeru Ultra100 dan menyabet podium ke-2 dan 3. Alfi dan Riski kini sejajar dengan pelari-pelari elite trail se-Asia. Di tingkat nasional, mereka kini dikenal dan diperhitungkan sebagai atlet juara dan tangguh dari Lampung.

”Lampung patut berbangga," kata Syamsul Arief, Humas Pacers Lampung yang juga Ketua Pengadilan Negeri Gunungsugih dalam rilisnya, Minggu (2/12/2018).

Founders Pacers Lampung, Asikin MS, yang baru seminggu pulang dari lawatannya ke Prancis mengatakan, jika Alfi dan Riski bersungguh-sungguh berlatih, bukan tidak mungkin mereka bisa mengikuti lomba lari trail paling bergengsi di dunia. Yaitu UTMB Mont Blanc di Prancis.

"Pacers Lampung ke depan akan mendorong banyak munculnya pelari-pelari trail yang diperhitungkan ketangguhannya dari Lampung. Selama ini yang dikenal hanya dari Bandung. Ke depan kita pindahkan kiblatnya ke Lampung," terang mantan Ketua HIPMI Lampung tersebut.

Manager Teknis Pacers Lampung, Fauzan Sibron, menambahkan kedua atlet lari trail Lampung ini diprediksi terus menjuarai gelaran lomba serupa yang diselenggarakan di Indonesia sepanjang 2019 nanti.

"Selamat buat Alfi dan Riski, semoga akan ada perhatian dari pemerintah daerah kepada keduanya. Karena bukan tidak mungkin mereka akan jadi ikon atlet lari daerah yang akan mempromosikan wisata alam seperti gunung, pantai, dan hutan Lampung ke dunia," tegas Fauzan yang juga anggota DPRD Lampung. (*)

Editor: gueade


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)