logo rilis

Sisa-sisa Kimia Melekat di Tubuh Korban Serangan Bom Rezim Suriah
Kontributor
Syahrain F.
09 April 2018, 13:47 WIB
Sisa-sisa Kimia Melekat di Tubuh Korban Serangan Bom Rezim Suriah
Dalam foto yang dirilis pada 8 April 2018 di atas tampak anak-anak menggunakan masker oksigen setelah jet-jet tempur rezim Bashar al-Assad melancarkan serangan yang diduga kuat mengandung senjata kimia ke wilayah Douma, Ghouta Timur, pada Sabtu (7/4) malam. FOTO: Dok. White Helmets via AP

RILIS.ID, Douma— Bashar al-Assad memang selalu menolak pemberitaan dunia soal penggunaan senjata kimia yang menewaskan warga sipil. Namun, foto-foto dan video jasad yang bergelimpangan serta anak-anak bayi dengan masker oksigennya sulit membuat dunia mempercayai pernyataan Assad.

Melansir dari kantor berita Associated Press, sebuah video memperlihatkan jasad korban tewas dari mulai perempuan, orang tua, hingga anak-anak tergeletak di lantai sebuah apartemen di Douma, Ghouta Timur.

Sebagian dari jasad itu tampak mengeluarkan busa dari mulutnya--gejala adanya paparan zat kimia yang menyeruak masuk ke dalam tubuh.

Organisasi relawan yang terkenal dengan sebutan White Helmets (WH) mengatakan, para korban tewas diduga kuat tersiksa kesulitan bernapas dan tercekik zat kimia hingga akhirnya meregang nyawa.

WH belum menyebut secara pasti jenis zat kimia yang tercium kuat di lokasi apartemen tersebut. 

Namun, Himpunan Kedokteran Suriah Amerika (SAMS) menyatakan, para korban yang selamat dari serangan sadis pada Sabtu (7/4/2018) lalu itu membawa sisa-sisa zat kimia berjenis klorin yang masih melekat dalam tubuh mereka.

Media Al Jazeera melaporkan, sebanyak 85 orang terbunuh dalam serangan tersebut. Sebagian dari mereka merupakan anak-anak dan perempuan yang ketika itu berupaya menyelamatkan diri ke bawah tanah untuk menghindari bom-bom rezim Assad.

Seorang warga yang bekerja untuk sebuah radio lokal, Abu Jaafar menceritakan, warga berlarian panik setelah merasa bom tak lagi dijatuhkan oleh jet-jet tempur rezim. 

"Ketika warga tengah berlindung, sejumlah warga dengan berusaha naik ke atap untuk melihat bom kimia dijatuhkan dari pesawat tempur," ujar Abu Jaafar.

Dari kesaksiannya, dia melihat semacam gas berwarna hijau memancar dari tabung-tabung (bom) yang dijatuhkan dari jet tempur Suriah. 

"Mereka yang melihat bom jenis itu (kimia) dijatuhkan langsung bergegas memberitahu semua yang berada di bawah tanah untuk pergi dari tempat itu. Saya naik-turun tangga sekitar tiga kali untuk mengevakuasi anak-anak dari bangunan," ucap Abu Jaafar.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)