logo rilis
Singgung Jokowi, PA 212: Ada yang Politisasi Salat Pakai Kamera
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 Februari 2019, 20:04 WIB
Singgung Jokowi, PA 212: Ada yang Politisasi Salat Pakai Kamera
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, mengaku prihatin dengan adanya dugaan politisasi agama. 

"Ini ada yang mempolitisasi salat pakai kamera, bahkan pakai imam cadangan. Baru kali ini saya melihat ada imam pakai kondektur. Ini tidak dibolehkan," katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Selasa-an, "Topic of The Week, Politisasi Agama Era Jokowi?"di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Politisasi agama, ujar Bernard, berdampak bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu, menurutnya, terbukti dengan adanya larangan salat Jumat kepada Prabowo beberapa waktu lalu. 

"Yang merasakan kami para ulama, termasuk ketika Pak Prabowo ingin salat di Semarang ditolak. Apakah ini bukan politisasi agama?" tanya dia. 

Tak hanya itu, ungkap Bernard, politisasi agama juga dilakukan saat dirinya melaksanakan ceramah dan santunan bagi anak-anak yatim. Saat itu, ungkap dia, ada dua ormas yang tiba-tiba mendatanginya sebelum melakukan ceramah. 

"Tiba-tiba digeruduk oleh dua ormas. Saya termasuk ditangkap. Saat itu saya disidik sampai menginap. Saya tanya salah apa, 'ustaz telah melanggar UU ITE tentang ujaran kebencian'. Orang saya belum ceramah kok dituduh UU ITE. Ini hanya ada di rezim ini. Termasuk ketum kami (Slamet Ma'arif)," ungkap dia.

Dia kemudian mengajak kepada seluruh umat untuk bersatu memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Insyaallah 2019 presiden kita Pak Prabowo. Kita umat Islam harus menolak adanya politisasi agama," tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID