logo rilis

Sindir Politisi Kutu Loncat, Megawati: Saya Tak Ingin PDIP Diisi Kader Karbitan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
10 Januari 2019, 15:01 WIB
Sindir Politisi Kutu Loncat, Megawati: Saya Tak Ingin PDIP Diisi Kader Karbitan

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyindir maraknya politisi kutu loncat yang kerap pindah partai politik untuk tujuan kekuasaan pribadi. Dirinya pun membanggakan kader-kadernya yang terbukti loyal selama ini. 

Presiden RI Ke-5 itu mengatakan, sudah 46 tahun PDIP berdiri dan mengalami pasang surut dalam perjuangannya. Bahkan, menurut dia, partainya juga telah mengalami kekalahan dalam beberapa pemilu seperti pada 2004 dan 2009.

"Tetapi, meskipun kalah dalam Pemilu, partai ini tidak memilih jalan pintas. PDI Perjuangan tidak terapkan strategi asal comot calon legislator, apalagi dari partai lain.  Partai ini tidak berkonsep asal rekrut tokoh pendongkrak elektabilitas yang tujuannya asal tambah kursi DPR, asal lolos parlemen threshold, atau asal menang pemilu," kata Megawati saat menyampaikan sambutan dalam HUT PDIP ke-46 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019). 

Putri Presiden RI Pertama, Soekarno itu mengungkapkan, PDIP adalah partai yang terbuka bagi siapapun dan apapun latar belakangnya. Namun, menurutnya, partai tersebut tidak sembarangan dalam memilih kadernya. 

"Meskipun terbuka, tetapi saya tidak ingin partai ini diisi oleh kader karbitan atau orang yang mendadak kader pada saat pemilu. Mengaku kader, namun jika tidak direkomendasi atau tidak terpilih, lalu loncat ke partai lain. Partai bagi kami bukan kendaraan lompatan kekuasaan," ujarnya.

Megawati menilai, saat ini marak fenomena politisi pragmatis yang gemar berpindah parpol untuk kendaraan politiknya. Hal itu, ungkap dia, pernah dialami oleh PDIP yang ditinggalkan beberapa anggotanya. 

"Tetapi, kami tidak berkecil hati saat kehilangan politisi pragmatis seperti itu. Justru, saya mengibaratkannya sebagai seleksi alam ideologi," ungkap dia. 

Megawati menjelaskan, seleksi ideologi dengan sendirinya akan memilah antara kader dan yang bukan. Siapapun yang lebih mementingkan diri dan kelompoknya, tegas dia, sudah pasti akan alami seleksi ideologi.

"Secara alamiah ideologis, mereka akan menyingkir atau tersingkirkan dari PDI Perjuangan," tegas Megawati. 

Dia menambahkan, PDIP terus berupaya untuk menjadikan partai sebagai sekolah politik bagi kadernya. PDIP, imbuh dia, terus berjuang untuk menjadi partai pelopor yang memiliki disiplin ideologi, teori dan tindakan politik dalam satu kesatuan.

"Secara bertahap dan terencana partai ini membenahi diri. Sehingga, pada titik tertentu akan tersaring sari pati, yaitu kader ideologis yang sesungguhnya. Kepada merekalah masa depan partai ini disandarkan," paparnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)