logo rilis
Simpan Sumber Daya Genetik, Balitbangtan Miliki Bank Gen
Kontributor
Kurniati
18 April 2018, 06:40 WIB
Simpan Sumber Daya Genetik, Balitbangtan Miliki Bank Gen
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, telah memiliki bank gen atau tempat penyimpanan dan pengembangan sumber daya genetik (SDG) skala nasional yang berada di BB Biogen Bogor.

Bank gen yang dikembangkan Balitbangtan ini bukan hanya untuk konservasi sumber daya genetik eks situ saja, namun juga untuk mendukung perlindungan hukum, pemanfaatan langsung dan menghasilkan varietas unggul (pemuliaan).

Fungsi konservasi SDG dalam bank gen sangat penting karena ancaman kelangkaan dan kepunahan cenderung meningkat oleh berbagai sebab.

Misalnya, penggunaan varietas unggul baru padi yang meluas drastis tahun 1970 hingga 1980an menyebabkan banyak varietas unggul lokal 'terabaikan' dan langka. Beruntung sebagian varietas unggul lokal tersebut sudah tersimpan di bank gen.

Ini lah fungsi pertama dari bank gen yaitu konservasi. 

Dengan dikoleksinya beragam SDG lokal dari berbagai daerah maka tidak perlu khawatir jika ingin memanfaatkan langsung atau ingin memanfaatkan sifat-sifat unggul melalui pemuliaan.

Bank gen juga penting sebagai back up varietas unggul terutama yang telah terdaftar, dilepas dan atau memperoleh hak perlindungan varietas.

Karena itu, selain didukung fasilitas penyimpanan jangka pendek hingga jangka panjang, bank gen juga perlu didukung peraturan dan teknologi finger printing menggunakan marka molekuler.

Peraturan pendukung bank gen untuk fungsi-fungsi tersebut diperlukan.

Dengan penerapan teknologi finger printing, maka upaya pencurian, pendaftaran material oleh yang tidak berhak, sengketa maupun pemalsuan dapat diketahui.

Inilah aspek perlindungan hukum yang penting terutama dalam konteks SDG sebagai aset negara.

Menurut Kepala BB Biogen, Mastur, PhD, bank gen ini seperti halnya perbankan dalam sistem keuangan yang fungsinya bukan hanya menyimpan uang atau menabung (sepadan dengan konservasi).

Namun, juga memberi jasa berupa modal bagi yang mau mengembangkan usaha/investasi (sepaan dengan pemuliaan) atau konsumsi (sepadan dengan pemanfaatan langsung). 

"Jadi bank gen dapat memberi jasa dengan mensuplai SDG yang diperlukan pemulia baik dari lembaga riset, perguruan tinggi, perusahaan perbenihan dan lain-lain. Atau juga, pemanfaatan SDG secara langsung antara lain berupa pemanfaatan koleksi aksesi oleh masyarakat/agribisnis secara langsung tanpa proses pemuliaan," kata Mastur.

Tentu saja hal itu perlu didukung dengan peraturan yang memadai. Karena itulah dapat dikatakan, jika bank sistem keuangan mendukung perekonomian maka bank gen dapat mendukung pertanian.

Sumber: Mastur, Balitbangtan


500
komentar (0)