logo rilis
Silase Tongkol Jagung Tingkatkan Bobot Sapi Potong
Kontributor

22 Maret 2018, 15:52 WIB
Silase Tongkol Jagung Tingkatkan Bobot Sapi Potong
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Akhir-akhir ini, di beberapa daerah sentra produksi jagung potensi swasembada telah mengekspor jagung ke beberapa negara. Bahkan, pada 2017 Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar sebagai negara penghasil jagung.

Sayangnya, sampai saat ini pemanfaatannya masih terkonsentrasi pada biji sebagai bahan pangan dan pakan ternak, sedangkan tongkol atau janggel jagung belum termanfaatkan. Padahal, Tongkol atau janggel jagung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, namun belum banyak dikembangkan di masyarakat. Selain itu, kandungan nutrisi tongkol jagung berdasarkan analisis, meliputi kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah lama menguji tongkol atau janggel jagung untuk pakan ternak, serta dapat meningkatkan penghasilan petani jagung. Hasil limbah tongkol atau janggel jagung dalam satu hektare, dapat menghasilkan satu ton tongkol atau janggel jagung.

Cara pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak adalah,  tongkol atau janggel jagung digiling atau dicacah, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan mudah dicerna oleh ternak. Kemudian, tongkol jagung yang sudah digiling atau dicacah, difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung selama tiga hari dan selanjutnya tongkol jagung hasil fermentasi dapat diberikan kepada ternak.

Pemberian tongkol jagung yang difermentasi dan dicampur dengan konsentrat, mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi potong sebesar 0,88 kilogram per hari per ekor. Semula, bobot sapi sebesar 230 kilogram meningkat menjadi 325 kilogram. Sedangkan untuk sapi potong yang diberi pakan, sesuai dengan kebiasaan peternak setempat, hanya mampu menambah bobot badan meningkat harian 0,5 kilogram per ekor per hari.

Berdasarkan hasil kajian di atas, dapat disimpulkan bahwa limbah jagung merupakan salah satu sumber pakan yang dapat dimanfaatkan untuk ternak ruminansia, potensi ini dapat mengatasi permasalahan kekurangan pakan hijauan, serta dapat disimpan untuk stok pakan pada saat musim kemarau panjang. Dengan demikian, limbah jagung berpeluang menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat yang berbasis pertanian jagung. Besarnya peluang peningkatan ekonomi, dikarenakan limbah jagung dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yang lama seperti silase.

Sumber: Rahmi/RTP/Uje


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)