logo rilis

Sikapi Informasi Palsu soal Bom, Kemenhub Turunkan Tim
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
30 Mei 2018, 03:14 WIB
Sikapi Informasi Palsu soal Bom, Kemenhub Turunkan Tim
Informasi palsu terkait bom di Pesawat Lion Air membuat penumpang panik dan berhamburan ke luar. FOTO: Info Penerbangan.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Perhubungan telah menerjunkan personil Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan penyelidikan bersama Kepolisian, terkait informasi palsu soal bom di Pesawat Lion JT 687 rute Pontianak-Jakarta.

"Nantinya dari hasil penyelidikan tersebut kita akan dapat menentukan sanksi hukum yang sesuai bagi penyebar informasi palsu," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Baitul Ihwan di Jakarta, Selasa (29/5/2018) malam.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kata dia telah meminta personil PPNS untuk mengusut tuntas. Kepolisian juga diharapkan dapat menindaklanjuti kejadian berupa informasi palsu terkait bom sebagai implementasi UU Penerbangan.

"Ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ini sangat membahayakan penerbangan," ujarnya.

Baitul menyebut, akibat kejadian ini tentunya tidak hanya menimbulkan kerugian yang sedikit. Selain keterlambatan penerbangan, kerugian moril-materiil, bergesernya jadwal penerbangan maskapai lain, dan juga kesadaran keamanan.

Ia menjelaskan dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan sangat jelas disebutkan, tindakan menyampaikan informasi palsu yang membahayakan penerbangan dapat dituntut sanksi penjara.

"Ini semua sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, di pasal 344 disebutkan tindakan ini dilarang karena membahayakan penerbangan. Bahkan di pasal 437 pelaku dapat dituntut dengan pidana penjara paling lama satu tahun," katanya.

Dia mengatakan, terkait sanksi pelaku penyebar informasi palsu juga dapat dipenjara paling lama delapan tahun, jika akibat tindakannya tersebut menyebabkan kecelakaan atau kerugian harta benda.

"Lalu, penjara paling lama 15 tahun jika akibat tindakannya hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang," tambah dia.

Pada kesempatan yang sama Baitul mengimbau agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama turut menjaga keselamatan dan keamanan transportasi dengan tidak bercanda terkait bom ataupun bahan peledak. 

Baitul juga meminta agar masyarakat lebih bijak dalam bersikap dan mengikuti arahan petugas atau awak moda transportasi di lapangan.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)