logo rilis

Sifat Asli Pamen Polisi Penembak Adik Ipar Terungkap, Ini Dia...
Kontributor

06 April 2018, 11:10 WIB
Sifat Asli Pamen Polisi Penembak Adik Ipar Terungkap, Ini Dia...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Entah apa yang ada dalam pikiran Kompol Fahrizal oknum polisi penembak adik iparnya di Medan, Sumatera Utara. Hingga saat ini penyidik Polda Sumut masih belum mengetahui motif pasti insiden tersebut. Bahkan, aksi diam dilakukan mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu.

Namun dari sejumlah informasi yang digali rilis.id, pria alumni Akademi Kepolisian 2003 itu merupakan sosok yang memiliki sifat tegas dan keras. Hal itu diketahui sejak pendidikan di Akpol.

Diungkapkan sumber rilis.id yang juga teman satu liting atau angkatan Wakapolres Lombok Tengah itu, bahwa Fahrizal miliki sifat keras dan tegas, khususnya soal prinsip hidup dan kepemimpinan.

"Seperti itu lah sosok Fahrizal, tegas dan keras," ujar sumber rilis.id yang juga seorang pamen berdinas di Polda Metro Jaya ini, Jumat (6/4/2018).

Hingga sekarang, kronologi pastinya penembakan adik iparnya bernama Zumingan itu masih abu-abu. 

Namun jika ditilik dari akun facebooknya, sebelum meletuskan peluru sebanyak enam butir ke Adik Iparnya, ia menuliskan status pulang ke Medan bersama istrinya dan memposting foto berada di bandara.

Selama beberapa bulan ini, ia bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjabat Waka Polres Lombok Tengah, NTB.

Tak hanya miliki sifat tegas dan keras, Fahrizal juga dikenal profesional dalam bekerja, dirinya juga dikenal ramah dan baik.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rahman, saat dihubungi rilis.id dari Jakarta, Jumat (6/4/2018).

"Soal kasusnya saya tak mau komentar. Selama ini dia yang saya kenal orang baik dan ramah," tegas mantan Kapolsek Pabean Cantikan Surabaya ini. 

Diketahui, prestasi Fahrial pada korps Bhayangkara ini pun cukup bagus. Dirinya juga telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Dikreg 57 Tahun 2017.

Fahrizal beberapa kali mencatatkan prestasi baik, di antaranya Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpinnya bersama dengan Detasemen Khusus 88 mengusut percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep pada Agustus 2016. 

Kala itu Fahrizal beserta jajarannya dan Densus 88 berhasil mengamankan Ivan Armandi yang berusaha melakukan pemboman di gereja umat Katolik tersebut.  

Di laman Facebooknya juga tertulis dirinya tengah menempuh studi pascasarjana Magister Ilmu Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU). 

“Saya lihat di curriculum vitae-nya dia di posisi yang bagus-bagus, dan nilai psikotesnya bagus-bagus. Dia sudah job AKBP,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)