logo rilis
Siasati Macet Mudik, Pertamina Siapkan BBM Kemasan
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
17 Mei 2018, 16:15 WIB
Siasati Macet Mudik, Pertamina Siapkan BBM Kemasan
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Dalam mengantisipasi kemacetan untuk mensuplai BBM, Pertamina menyediakan motor dan BBM kemasan yang akan beroperasi apabila kondisi di lapangan menunjukkan kondisi emergency serta kejadian kemacetan panjang.

General Manager Pertamina MOR III, Erry Widiastono, mengatakan sebanyak 30 unit motor kemasan di 20 titik wilayahnya, seperti 8 titik di jalur reguler dan 12 titik jalur tol.

Pada masa mudik lebaran nanti, Pertamina melalui Serambi Pertamax akan memberikan suguhan tempat yang nyaman untuk para pemudik beristirahat dengan berbagai fasilitasnya.

Ini akan tersebar di 4 titik jalur utama dan jalur selatan mudik wilayah MOR III. Erry pun menerangkan bahwa tidak hanya konsumsi BBM dan LPG yang meningkat, selama masa mudik lebaran nanti pilihan masyarakat menggunakan jalur alternatif udara pun akan tinggi. 

Diprediksi konsumsi avtur terjadi kenaikan tertinggi pada puncak mudik dan arus balik di H-6 dan H+6 lebaran tahun ini.

"Kami all out untuk memberikan segala informasi terkait kesediaan sarana dan fasilitas mudik tahun ini, kami pun ingin menginformasikan bahwa khusus pembelian Bright Gas, masyarakat pun dapat memesan melalui Contact Pertamina di 1.500.000," katanya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga membuka posko nasional guna memastikan pasokan energi (BBM hingga listrik) selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H berjalan dengan baik.

Posko nasional ini mulai berlaku efektif pada H-15 sampai H+13 lebaran, yaitu tanggal 31 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018.

Posko nasional sektor ESDM nantinya akan bertugas memantau kondisi terkini terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Gas (Liquefied Petroleum Gas/LPG, Jaringan Gas, Bahan Bakar Gas/BBG) hingga listrik. Di samping itu, posko nasional juga akan mengantisipasi kebencanaan geologi.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)