logo rilis

Siapkan Kader Jadi Ketua MPR, Demokrat Ungkit Kedekatan dengan PDIP
Kontributor
Zulyahmin
22 Juli 2019, 16:30 WIB
Siapkan Kader Jadi Ketua MPR, Demokrat Ungkit Kedekatan dengan PDIP
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan, partainya telah menyiapkan kader untuk menjadi Ketua MPR. Syarif kemudian mengungkit kebersamaan Demokrat dan PDI Perjuangan memimpin lembaga legislatif periode 2009-2014.

"Saya pikir sudah dipikirkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk posisi Ketua MPR, tinggal menunggu waktu yang tepat lakukan lobi-lobi antar-fraksi dan lobi antar-ketua umum partai," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/7/2019) 

Dia mengatakan, Demokrat pernah 10 tahun di pemerintahan sehingga memiliki banyak kader yang mampu mengisi kursi Ketua MPR dan bekerja sama dengan partai lain.

Namun Syarief enggan mengungkapkan nama-nama kader Demokrat yang potensial menjadi Ketua MPR, karena sudah ada di tangan SBY.

"Kami sebenarnya memang ingin (kursi Ketua MPR RI), namun kami menunggu perkembangannya," ujarnya.

Syarief juga mengungkit kedekatan yang terjalin antara Demokrat dengan PDIP di legislatif periode 2009-2014. Saat itu, Ketua DPR dijabat Marzukie Ali dari Partai Demokrat dan Ketua MPR dijabat Taufik Kiemas dari PDIP.

Menurut dia, Partai Demokrat punya sejarah dekat dengan PDIP, yaitu pada tahun 2009 ketika Demokrat sebagai pemenang pemilu, kemudian PDIP sebagai oposisi, terjadi kesepakatan.

"Dan deal itu di politik itu sangat bagus buat bangsa dan negara, pada saat itu," ungkapnya.

Syarief menyebut, masa tersebut antara PDIP dan Demokrat penuh dengan kemesraan dan apabila terjadi pengulangan sejarah pada periode saat ini, itu baik untuk bangsa Indonesia.

Karena itu dia menegaskan, Demokrat sangat siap apabila diajak bergabung dalam sistem paket pimpinan MPR bersama PDIP karena kedua partai memiliki sejarah panjang bersama di pimpinan parlemen.

"Sangat siap, sangat siap. Kita kan sudah berpengalaman dalam PDIP, jadi saya pikir itu sejarah yang betul-betul patut menjadi pelajaran bagi kita bahwa kalau kita berkolaborasi dengan baik, saya pikir bangsa ini akan lebih bagus ke depan," pungkasnya.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID