logo rilis
Siapa 'Pemain' di Balik Tingginya ​Harga Daging Ayam dan Telur?
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Mei 2018, 20:43 WIB
Siapa 'Pemain' di Balik Tingginya ​Harga Daging Ayam dan Telur?
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita (batik), di Gedung Kementan, Jakarta, Jumat (11/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Melambungnya harga daging ayam dan telur jelang Ramadan disinyalir ulah oknum tertentu. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.

"Kelangkaan dan kenaikan ulah oknum memanfaatkan suasana harga ayam bagus dan puasa. Sehingga, peternak isi kandang bersamaan," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Kementan, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Baca: Harga Daging Ayam dan Telur 'Meroket', Kementan: Enggak Masuk Akal!

Ketut menyampaikan demikian, karena tujuh integrator siap menyuplai kebutuhan ayam umur sehari (day old chicken/DOC) peternak mandiri. Dari kebutuhan 1.500 kotak DOC bibit niaga (final stock/FS) per minggu, integrator siap mendistribusikan 1.274 kotak.

Kesepakatan tersebut dihasilkan saat Ditjen PKH Kementan menggelar pertemuan di Denpasar, Bali, awal pekan ini. Kesepakatan disahkan melalui penandatangan kesiapan dan besaran yang mampu dipenuhi tiap integrator di hadapan Ketut.

"Dari situ, kalau sudah terimplementasi baik, masalah sudah clear," yakin peraih gelar master dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

"Pertanyaannya, kenapa sekarang ngaku mahal? Karena yang dikasih box ini ingin lebih banyak dari itu (yang dipenuhi integrator). Belilah dia di broker DOC (untuk kekurangannya)," lanjut Ketut. Katanya, harga yang dipatok broker lebih tinggi dibanding integrator yang sepakat menyuplai peternak mandiri.


500
komentar (0)