logo rilis
Siap-siap! Pemerintah Bakal Obral Tax Holiday hingga 20 Tahun
Kontributor
Ainul Ghurri
29 Maret 2018, 22:28 WIB
Siap-siap! Pemerintah Bakal Obral Tax Holiday hingga 20 Tahun
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pembebasan pajak penghasilan (PPh) atau yang dikenal tax holiday. Aturan itu bertujuan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia. 

Dengan revisi tersebut, investasi di hulu yang nilainya sebesar Rp30 triliun berpeluang mendapatkan tax holiday selama 20 tahun. "Dengan peraturan yang baru, kalau investasinya di atas Rp30 triliun, bisa mendapatkan holiday 20 tahun," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Berbeda dengan aturan sebelumnya, pada kebijakan baru pemerintah secara eksplisit menyatakan bahwa lama insentif tax holiday yang diberikan sesuai besaran investasi yang dikeluarkan investor.

"Untuk yang dapat Rp500 miliar sampai Rp1 triliun mendapatkan lima tahun, Rp1 triliun sampai Rp5 triliun mendapatkan 7 tahun, Rp5 triliun sampai Rp15 triliun mendapatkan 10 tahun, Rp15-30 triliun mendapatkan 15 tahun, dan di atas Rp30 triliun mendapatkan 20 tahun holiday," terangnya.

Dia menjamin, proses pengajuan tax holiday tidak akan membuat pusing apalagi menghambat para investor, Suahasil menyebutkan, cukup satu pintu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Setelah, itu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan verifikasi.

"Kebijakan yang baru adalah prosesnya, prosesnya bersamaan dengan pengajuan pendaftaran investasi, kalau dulu izin prinsipnya harus keluar dulu baru mengajukan, sekarang bisa diajukan bersamaan dengan pendaftaran investasi, lalu kemudian bisa langsung di proses, nanti kalau dia udah punya investasinya, nanti di audit saja oleh pajak, bener atau tidak, kan kita harus tetap audit," paparnya.

Dia menyebutkan, semua tax holiday ada tambahan dua tahun ekstra yang tarif pembebasannya sampai 50 persen. "Sekarang 20 tahun dulu, tetapi kalau yang sudah 20 tahun bisa diberikan penambahan dua tahun dengan bebas PPh nya 50 persen," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)