logo rilis
Siap-siap! 2,6 Juta Keluarga Indonesia Bakal Terima Bantuan Pemerintah
Kontributor
Tio Pirnando
20 Maret 2018, 22:27 WIB
Siap-siap! 2,6 Juta Keluarga Indonesia Bakal Terima Bantuan Pemerintah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) Andi Dulung mengatakan, realisasi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke 2,6 juta kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tinggal menunggu keputusan Presiden. Andi menyakini, berdasarkan hasil rapat lintas kementerian, dalam waktu dekat dana Program Keluarga Harapan (PKH) akan segera terdistribusi.

"Saya sebagai pelaksana siap, tapi keputusan ada di beliau (Menko PMK Puan Maharani) dan Presiden. Pada prinsipnya, kita sudah siap dalam 1-2 hari kita akan memutuskan," ujar Andi di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Dia menjelaskan, tambahan 2,6 juta kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menyasar 24 wilayah yang sudah siap infrastruktur keuangannya. Kesiapan yang disorot Kemensos adalah, ketersediaan e-warong di lapangan. Karena, satu e-warong akan menampung distribusi bantuan bagi 250 KPM. Adapun dalam program BPNT, masyarakat akan diberi uang sejumlah Rp110 ribu setiap tanggal 25 dan hanya dapat dibelanjakan beras dan telur.

"Sesuai kesiapan e-warong di daerah. Itu kan Warung yang ada di masyarakat bekerja sama dengan bank. Warungnya itu ada di pasar, kaki lima dan lain-lain, yang kemudian bisa menjadi agen untuk menggunakan perangkat kartunya dan disalurkan ke KPM," jelas dia.

Selain itu, Program BPNT ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2017 yang menyebutkan, pemerintah akan memberikan BPNT bagi dua kebutuhan pokok, yaitu beras dan telur. Sementara minyak dan gula, tak lagi diberikan, alasanya berdasarkan pertimbangan protein bagi pemenuhan kesehatan masyarakat.

Kemudian, bantuan sosial (bansos) ini akan masuk ke dalam pagu anggaran Kemensos yang dipatok Rp41,29 triliun pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018. Anggarannya bertambah dari 2017 lalu yakni sebesar Rp17,31 triliun.

Saat ini, program BPNT baru menjangkau 1,2 juta KPM dari total 15,5 juta KPM. Program tersebut hadir untuk menggantikan penyaluran bantuan sosial dalam bentuk beras sejahtera (rastra). Kemensos, ujarnya, juga telah mengecek kesiapan untuk penambahan penerima BPNT sebanyak 2 juta KPM pada April 2018.

"Kabupaten yang akan diperluas sesuai dengan kajian yang sudah dilakukan, ada kota Banda Aceh, kota Solok, kota Bengkulu, kota Metro, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang dan 24 kabupaten/kota lainnya,"tandasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)