logo rilis
Siap Jadi Gubernur BI, Ini 7 Strategi Perry Warjiyo
Kontributor
Intan Nirmala Sari
28 Maret 2018, 16:51 WIB
Siap Jadi Gubernur BI, Ini 7 Strategi Perry Warjiyo
Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo melakukan uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), di Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018). Gubernur BI nantinya akan diumumkan pada Kamis (29/3/2018), selanjutnya hasil tersebut akan dibawa dalam Rapat Paripurna. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, hari ini dipanggil ke Komisi XI DPR RI untuk menjalankan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Gubernur Bank Sentral baru, periode 2018-2023.

Dalam paparannya di hadapan Anggota Komisi XI DPR RI, ia menyebutkan tujuh strategi yang akan dilakukan BI di bawah kepemimpinannya kelak. 

Pertama, memperkuat efektivitas kebijakan moneter untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Tujuannya, untuk bisa menjaga stabilitas perekonomian dengan tetap mendukung pertumbuhan. 

"Sasarannya, inflasi 2018 dan 2019 berada di kisaran 3,5±1 persen (2,5-4,5 persen), nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental dan defisit transaksi berjalan bisa di bawah 3,0 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," jelasnya di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Kedua, yakni melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan perbankan. Itu termasuk perluasan ketentuan Loan to Funding Ratio menjadi Financing to Funding Ratio, relaksasi ketentuan Loan to Value (LTV) untuk kredit properti dan penyempurnaan kebijakan makroprudensial dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM).

Ketiga, melaksanakan pendalaman pasar keuangan, khususnya untuk pembiayaan infrastruktur. Tujuannya, untuk mengurangi beban fiskal dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta meningkatkan peran swasta.

Keempat, pengembangan sistem pembayaran unuk ekonomi keuangan digital. "Ini guna mendukung inklusi keuangan dan perekonomian nasional, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Kelima, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Keenam, penguatan koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPR. Terakhir, penguatan organisasi dan sumber daya manusia.

"Harapannya, kita bisa menjadi Bank Sentral terbaik di antara negara-negara emerging markets (EM)," tandasnya.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)