logo rilis
Si Siam Empang, Varietas Unggul Lokal Kesukaan Petani Kalteng
Kontributor
Kurniati
24 Mei 2018, 11:46 WIB
Si Siam Empang, Varietas Unggul Lokal Kesukaan Petani Kalteng
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Dikunjungi saat melakukan panen merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi petani, karena  mereka merasa mendapat semangat dan motivasi untuk melakukan usahatani lebih baik lagi agar memperoleh produksi yang meningkat. 

Hal tersebut dirasakan oleh tim Upaya Khusus (Upsus) Luas Tambah Tanam (LTT) Padi BPTP Kalimantan Tengah, saat melakukan panen padi bersama pada hamparan seluas 150 hektare dengan gabungan Kelompok tani Desa Samuda Besar, Kecamatan Menyata Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. 
Varietas padi yang ditanam petani adalah padi jenis Siam Epang, yang merupakan padi unggul lokal yang sangat digemari oleh masyarakat di Kotawaringin Timur. 

Kepala BPTP Kalteng,  F.F Munier, pun ikut melakukan panen bersama.

Menurutnya, kunjungan dan pendampingan saat panen merupakan upaya kita untuk senantiasa mendorong dan menyemangati petani agar segera melakukan penanaman. 

Munier berharap, setidaknya penanaman dapat dilakukan dua kali dalam satu tahun.

"Varietas Siam Epang adalah jenis padi gogo yang dalam proses pendaftaran varietas tanaman difasilitasi oleh BPTP Kalteng melalui kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SDG) kepada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, Made Dirgantara, menyatakan bahwa varietas padi Siam Epang merupakan varietas asli kabupaten Kotawaringin Timur yang telah ditetapkan dan lulus dalam Uji Varietas Unggul Lokal Nasional oleh Kementerian Pertanian. 

Siam Epang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur terutama di daerah Teluk Sampit dan Samuda. 

Kedua daerah ini merupakan salah satu lumbung padi di Kabupaten dengan ibu kota Sampit ini.

"Varietas padi Siam Epang telah "membumi" di Kotawaringin Timur karena sudah ditanam sejak dulu oleh masyarakat. Pemerintah Daerah hanya melegalkan dan mengusahakan, sehingga varietas padi tersebut diakui sebagai varietas unggul lokal nasional," katanya.

Padi varietas Siam Epang memiliki berbagai kelebihan di antaranya merupakan padi asli lokal, sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrim seperti tingkat keasaman (pH) yang rendah, tahan terhadap curah hujan yang tinggi, tahan terhadap penyakit, sehingga tidak memerlukan perawatan yang berlebihan, dengan umur padi sekitar enam bulan. 
Biasanya petani menanamnya pada bulan Oktober dan panen pada bulan Maret. 

Potensi hasil atau produktivitas yang bisa dihasilkan dalam satu hektarenya bisa mencapai 10 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Dari pengamatan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Samuda, R.A. Basuki, didapatkan dalam satu rumpun padi Siam Epang terdapat sebanyak 30 batang padi bermalai produktif dan dalam satu malai terdapat 437 bulir. 

Kelebihan lain dari varietas padi yang bertekstur nasi pera ini adalah lebih tahan terhadap serangan hama tikus, namun sangat rentan terhadap hama wereng. 
Harga di pasaran untuk beras varietas Siam Epang bisa mencapai 12 ribu rupiah per kilogram, lebih tinggi dibandingkan varietas unggul ataupun varietas lokal yang ada seperti varietas pekat, varietas umbang inai, varietas mayang badadai yang hanya 8 ribu rupiah per kilogram. 

Maka, tidaklah mengherankan petani sangat menyukai varietas yang telah menjadi unggul lokal nasional ini. 

Saat ini Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur terus berupaya meningkatkan hasil produksi beras Siam Epang yang dalam masa panennya mampu menghasilkan sekitar 4 hingga 5 ton GKP per hektare.   

Dari sekitar 25 ribu hektar luas pertanaman padi di Kotawaringin Timur, dilaporkan sedikitnya ada 13 ribu hektar di antaranya merupakan padi jenis siam epang yang ditanam petani. 

Rata-rata berada di wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, yang luasnya mencapai 11 ribu hektare. 


 

Sumber: Dedy Irwandi


500
komentar (0)