logo rilis
Sewot Bolak-balik KPK, Djamal Azis: Periksa Seluruh Anggota Fraksi Hanura
Kontributor
Tari Oktaviani
10 April 2018, 18:08 WIB
Sewot Bolak-balik KPK, Djamal Azis: Periksa Seluruh Anggota Fraksi Hanura
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Jakarta— Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Djamal Azis meminta agar seluruh anggota dewan Partai Hanura tahun 2011-2013 ikut diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini karena ia geram selalu menjadi politisi Hanura yang disebut-sebut menerima aliran dana e-KTP.

Djamal membantah penerimaan duit e-KTP tersebut. Bahkan dirinya juga tak tahu menahu terkait dugaan melakukan penekanan terhadap politisi Hanura Miryam S Haryani. Sebab, ia sudah tidak berada di Komisi II pada tahun 2011-2013 saat proyek e-KTP bergulir.

"Kalau partai, ya kenapa nggak semua orang Hanura panggil sekalian. Kan ada 16-17 orang itu. Kalau anda bilang saya Hanura, ya kenapa enggak 17 anggota Hanura enggak dipanggil. Kalau semua dipanggil ya seneng saya," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Meskipun dulu ia berada di Partai Hanura, namun ia menegaskan tak pernah membahas persoalan duit e-KTP dengan Miryam yang kini menjadi terpidana KPK.

"Kalau urusan duit itu enggak pernah ajak-ajak bicara, siapa yang ajak bicara. Anak sama bapak itu loh ngak pernah ngomong kalau ada duitnya. Diam aja masing-masing, anaknya diam bapaknya diam. Sendiri-sendiri alamnya, kalau duit itu pasti enggak ada," tegasnya.

Djamal yang kini berada di Partai Gerindra ini, bahkan mengaku tak tahu soal adanya peran menghalangi penyidikan yang dilakukan Markus Nari. Untuk itu ia juga heran mengapa dipanggil menjadi saksi untuk kasus Markus Nari.

"Saya ketemu sama Markus Nari juga nggak jadi saya sudah keluar dari Komisi X, Pak Markus Nari nggak tahu masuk kapan tahunnya. Tapi kan namanya kita warga negara yang baik dan taat hukum ya silakan," tutupnya.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)