logo rilis

Setya Novanto Segera Huni Sukamiskin
Kontributor
Tari Oktaviani
03 Mei 2018, 09:26 WIB
Setya Novanto Segera Huni Sukamiskin
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto tinggal menghitung hari untuk masuk ke sel penjara Lapas Sukamiskin, Bandung. Pasalnya, baik dari pihak KPK maupun Novanto dipastikan tak akan ajukan banding sehingga tidak ada proses hukum yang tersisa.

Hal ini pun dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Ia mengatakan, dalam waktu dekat terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP itu akan mendekam di penjara selama 15 tahun.

"Untuk Setya Novanto tentu kita rencanakan bisa dilakukan secepatnya ya, karena pihak kuasa hukum sudah tidak mengajukan banding, KPK pun menyatakan menerima putusan tersebut," kata Febri, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Menurut Febri, saat ini KPK tinggal menyusun perampungan administrasi. Sehingga jika itu selesai maka Novanto sudah bisa dipindahkan dari Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin.

"Sekarang sedang proses administratif, saya kira dalam waktu dekat semoga minggu ini sudah bisa diselesaikan proses eksekusi, eksekusi pidana penjaranya tentu dilakukan ke Lapas Sukamiskin," ungkapnya.

Novanto juga dikatakan Febri akan diwajibkan membayar uang pengganti setelah ia menghuni Lapas Sukamiskin. Novanto diketahui wajib membayar uang pengganti USD7,3 juta.

"Setelah itu ada kewajiban dari terpidana membayar uang pengganti sesuai putusan pengadilan dan juga membayar denda, ada putusannya di sana, saya rasa itu yang akan dilakukan nanti," paparnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, divonis pidana penjara selama 15 tahun penjara oleh majelis hakim tindak pidana korupsi. Tak hanya itu saja, ia juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Setya Novanto pidana penjara 15 tahun denda Rp500 juta subsider 3 bulan," kata ketua Majelis Hakim Yanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Selasa (24/3/2018).

Menurut hakim, Setya Novanto telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi untuk menguntungkan diri sendiri maupun orang lain. Untuk itu ia terbukti memenuhi unsur pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)