Home » Peristiwa » Nasional

Setya Novanto Mangkir Lagi, Yandri: Panggil Paksa Saja

print this page Rabu, 15/11/2017 | 13:12

Sejumlah aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Koalisi Save KPK mengenakan topeng wajah Ketua DPR Setya Novanto saat aksi teatrikal di depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/10/2017). FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyatakan kliennya tidak dapat memenuhi panggilan perdana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (15/11/2017), sebagai tersangka korupsi e-KTP.

Hal tersebut dibeberkan Juru bicara KPK Febri Diansyah. "Pagi ini diterima surat dari pengacara SN yang berisi kliennya tidak dapat hadir," terang Febri.

Sekalipun demikian, Ketua KPK Agus Rahardjo masih berharap Setnov yang juga Ketua DPR RI itu dapat hadir dalam pemeriksaan hari ini. "KPK sangat berharap dan menghimbau Pak SN, hari ini bersedia hadir," ujar Agus saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Agus, keterangan Setnov sangat dibutuhkan untuk memudahkan penyidikan korupsi e-KTP. Pasalnya, Ketua Umum Golkar itu sudah tiga kali menolak hadir sebagai saksi dalam kasus tersebut untuk tersangka Anang Sugiana.

Menanggapi sikap mangkir Setnov itu, politisi PAN Yandri Susanto menyarankan KPK untuk memanggil paksa. “Kalau tidak (datang) panggil paksa saja. Tidak perlu banyak alasan," ujar Yandri di Kompleks Parlemen. 

Menurut Yandri, hak imunitas memang dimiliki seluruh pimpinan maupun anggota DPR, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk kasus terkait teroris dan korupsi. 

Terkait salah satu alasan Setnov tidak menghadiri panggilan KPK karena masih menunggu uji materi Pasal 20 A Ayat 1 dan 2 UU KPK, yang diajukan kuasa hukumnya, dinilai Yandri sebagai sesuatu yang berbeda dan tidak bisa dijadikan alasan mangkir.

"Tidak ada hubungannya, antara proses KPK dan proses MK, ini suatu berbeda, jadi tidak bisa lembaga satu menyandera lembaga lain, tidak perlu banyak alasan," pungkas Yandri.

Penulis Ning Triasih

Tags:

Setya NovantoKPK

loading...