Home » Peristiwa » Nasional

Setya Novanto Harus Cabut Gugatan Praperadilannya

print this page Rabu, 6/12/2017 | 08:01

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (dua dari kiri). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI ) Boyamin Bin Saiman menilai objek praperadilan Setya Novanto menjadi tidak berlaku lagi pasca dilimpahkannya berkas penyidikan atau P21 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Oleh karenanya, Dia mengatakan, pihak Novanto harus mencabut gugatannya di praperadilan.

"Dengan tahap kedua memang belum menggugurkan Praperadilan, namun tahap kedua menjadikan Praperadilan SN menjadi kehilangan sasaran tembak maka harus mencabut dan mendaftarkan gugatan baru. Istilahnya senjata harus beli baru dan diisi peluru baru," kata Boyamin kepada rilis.id, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Boyamin menyebut, dengan berkas dinyatakan lengkap (P21) dan dilanjutkan  tahap kedua maka tanggungjawab dan wewenang berpindah dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dengan beralihnya tanggungjawab kepada JPU, maka Praperadilan yang diajukan Novanto dikatakannya akan kehilangan subyek dan obyeknya di mana statusnya bukan lagi penyidikan melainkan sudah proses penuntutan.

"Setnov jika tetap uji praperadilan maka harus merubah obyek dan subyek sehingga harus mencabut praperadilan yang lama dan kemudian mendaftarkan praperadilan yang baru dengan obyek penuntutan dan subyeknya Jaksa Penuntut Umum," jelasnya.

Jika pihak sang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu melalui kuasa hukumnya tidak mencabut gugatannya melalui praperadilan, maka Boyamin memastikan sudah pasti gugatan tersebut akan kalah dan dimenangkan oleh KPK.

Dengan adanya langkah percepatan berkas penyidikan ini, Ia mengapresiasi kinerja KPK. Menurutnya, dengan P21 maka juga akan memudahkan KPK untuk segera melimpahkan ke Pengadilan Tipikor tanpa harus terganggu upaya Praperadilan yang diajukan Novanto.

"Upaya P21 dan Tahap Kedua ini sekali lagi adalah upaya cerdas yang dapat ditempuh KPK, juga sekaligus upaya lihai seperti yang disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang hari kemarin," tutupnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa berkas perkara tersangka korupsi KTP elektronik (e-KTP) Setya Novanto sudah lengkap atau P21.

"Perkembangan proses penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Selanjutnya, kata dia, aspek formil penyerahan tersangka dan berkas perkara Novanto dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan diproses lebih lanjut.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Syahrul Munir

Tags:

Praperadilan Setya NovantoMAKIMasyarakat Anti Korupsi IndonesiaBoyamin Bin Saiman