logo rilis
Setnov Sebut Beruntung Punya Sel Luas
Kontributor

18 September 2018, 16:50 WIB
Setnov Sebut Beruntung Punya Sel Luas
Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Terpidana kasus pengadaan korupsi KTP Elektronik atau e-KTP, Setya Novanto, merasa beruntung mendapat sel yang lebih luas dibandingkan sel lain di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"Tempat itu sebenarnya ada yang besar dan kecil dan Sukamiskin sejak zaman Belanda 1918 sudah demikian dan ini sudah 100 tahun. Jadi itu memang tembok tidak kita pakai cover wallpaper kayu tipis berbahaya karena debu apalagi saya punya penyakit, paru-paru basah. Semua lihat sangat sederhana hanya ada kasur sama meja ukuran 40 centimeter," katanya ditemui di pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Menurut Setnov, di Lapas Sukamiskin Bandung terdiri dari beberapa sel yang ukurannya berbeda-beda. Kemudian, sel tersebut memang sudah seperti itu, sebelum ia menempatinya. 

"Masalah sel yang saya tempati tidak ada yang mewah. Ombudsman sudah secara fakta melihat tidak ada yang mewah. Tapi tempat itu sudah demikian. Sebelumnya, saat saya masih massa orientasi, saya dapat tempat kurang bagus. Sekarang tempat itu sudah kita tempati," katanya.

Sebelumnya, dalam sidak yang dilakukan Ombudsman RI, terdapat temuan kamar penjara terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto berukuran lebih besar. 
Sidak yang dilakukan oleh Ombudsman RI yang dipimpin anggota Ombudsman Ninik Rahayu pada Kamis (13/9) malam itu mendapati adanya kasur seperti di hotel, lengkap dengan rak buku dan meja.

KPK, juga pernah mengungkap adanya modus 'jual-beli' fasilitas di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. 

Mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, diduga mematok harga mulai Rp200 hingga Rp500 juta untuk para narapidana mendapatkan fasilitas istimewa di Lapas Sukamiskin. 

KPK pun telah menetapkan Wahid Husen sebagai tersangka. 

Tak hanya Wahid, KPK juga telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap jual-beli fasilitas sel, perizinan, serta pemberian lainnya di Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Tiga tersangka tersebut yakni, narapidana kasus korupsi proyek Bakamla, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID