logo rilis

Setelah Ambulans dan Sekolah, Salah Donasi Miliaran untuk Air Bersih
Kontributor
Syahrain F.
27 April 2018, 18:39 WIB
Setelah Ambulans dan Sekolah, Salah Donasi Miliaran untuk Air Bersih
Salah satu bentuk 'selebrasi' Mohamed Salah. Credit: Getty Images

RILIS.ID, Nagrig— Bintang di rumput hijau bintang pula di kehidupan nyata. Citra itu nampaknya semakin melekat pada superstar Liverpool FC Mohamed Salah.

Baru-baru ini, muncul di media sosial sebuah surat perjanjian yang memperlihatkan bahwa Salah dan ayahnya telah membeli sekaligus mendonasikan lahan seluas lebih dari dua hektare.

Lahan itu akan dimanfaatkan untuk persediaan air bagi masyarakat di kampung halamannya di desa Nagrig, kota Gharbia, provinsi Baysoun, Mesir.

Pemain terbaik Liga Inggris musim 2018 itu menggelontorkan dana tak tanggung-tanggung, US$450.000 atau setara 6,24 miliar rupiah untuk penggarapan awal proyek vital tersebut.

Abu Habsah, seorang guru lokal di Nagrig mengatakan, sekalipun nama Salah kini telah dielu-elukan penggila bola di seluruh dunia, namun, dia "tak akan pernah menjadi orang asing di kampungnya".

"Jujur, saya tidak bisa mengungkapkan betapa berarti (kontribusinya) bagi kami. Apa yang telah dia berikan untuk kami dan bagi Mesir tak mampu saya ekspresikan. Saat ini saya menangis ketika membicarakan tentang dirinya," kata Abu Habsah, melansir Middle East Eye.

Dia mengaku telah mengenal Salah sejak masih kecil. Menurutnya, donasi tersebut merupakan bukti bahwa pemain yang terkenal dengan selebrasi sujudnya itu merupakan pribadi yang rendah hati.

"Dia masih suka datang ke kampung halamannya di sini dan mengunjungi kami. Dia bukanlah orang asing, dan tak akan pernah asing bagi kami," ucapnya.

Suatu waktu ketika Salah sudah tenar dan pulang ke Nagrig, Abu Habsah berkata padanya, "Apa yang kamu pikirkan berjalan di sini tanpa pengawalan? Tahukah siapa dirimu saat ini? Jangan seperti itu!" serunya kepada Salah.

Lalu jawab Salah, "Saya tidak akan berjalan di sekitar kampung halaman saya dengan pengawalan. Ini adalah rumah saya," tutur Abu Habsah mengulang perkataan Salah.

'The Happiness Maker'
The Happiness Maker adalah nama samaran yang dia sering gunakan ketika menginvestasikan sebagian hartanya untuk amal. Proyek air bersih bukan kontribusi pertama Salah untuk kampungnya.

Sebelumnya, pemain berusia 25 tahun itu juga mendonasikan hartanya untuk membeli peralatan di sebuah rumah sakit, merenovasi sekolah, dan membangun unit ambulans di Nagrig.

Yang tak kalah menarik, Salah bahkan rela menggelontorkan uang sebesar US$282.000 ke lembaga pemerintah bernama Tahya Masr (Berjaya Mesir) untuk memodali program pembangunan di Mesir.

Tahun ini, dia mendapat dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Pemain Terbaik Afrika dan Pemain Terbaik Liga Primer Inggris. 40 gol telah dia sarangkan ke gawang musuh di semua tingkatan kompetisi bersama Liverpool.

Dalam pidatonya, Salah tak lupa memotivasi anak-anak agar semangat dalam perjuangan menggapai mimpi, sekalipun mereka hidup dalam kondisi yang sulit.

"Saya ingin mendedikasikan penghargaan ini untuk semua anak-anak di Afrika dan Mesir. Jangan pernah berhenti bermimpi, dan jangan pernah berhenti memiliki keyakinan," Salah berpesan.

Kini, setiap orang di Mesir berbondong-bondong menyaksikan pertandingan Liverpool. Bukan sebagai fans tim Inggris itu, atau pula karena tergila-gila sepak bola layaknya rakyat Inggris. 

Namun, yang mereka saksikan adalah seseorang yang kini dicintai masyarakat Mesir karena kecintaannya terhadap manusia dan kampung halamannya.

"Saat dia bermain, semua orang keluar untuk menyaksikan. Mereka yang tak mengerti sepak bola, tua, muda, kaum disabilitas, semuanya (menyaksikan). Karena ini Salah! Dia sudah seperti anak kami. Tak peduli pertandingan apa yang dia jalani, dia mewakili Mesir. Seluruh rakyat Mesir," tutup Abu Habsah.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)