logo rilis
Sesuai UU Pilkada, Status Tersangka Tak Hambat Pelantikan Kepala Daerah Terpilih
Kontributor

30 Juni 2018, 19:10 WIB
Sesuai UU Pilkada, Status Tersangka Tak Hambat Pelantikan Kepala Daerah Terpilih
Ilustrasi pelantikan kepala daerah oleh Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: Dok Kemendagri.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa dirinya akan tetap melantik pasangan calon kepala daerah yang memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, meski yang bersangkutan menyandang status tersangka.

"Tersangka calon pilkada yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap, akan dilantik sesuai jadwal pelantikan yang telah ditentukan. Posisinya bisa berubah kalau sudah ada kekuatan hukum tetap," terang Tjahjo di Jakarta pada Sabtu (30/6/2018).

Nantinya jika sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, baru kepala daerah bersangkutan dilakukan pemberhentian.

"Tahun-tahun silam juga demikian, ada yang dilantik ditahanan, begitu ada keputusan hukum tetap bersalah ya langsung diberhentikan. Proses hukum tetap berjalan, baik itu di KPK maupun di Kejaksaan," kata Tjahjo.

Kapuspen Kemendagri Bahtiar menjelaskan, aturan calon Bupati/Walikota dan calon Wakil Bupati/Wakil Walikota terpilih dalam pilkada dan berstatus tersangka diatur dalam Pasal 164 ayat (6), (7), dan (8) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

"Dalam hal calon bupati/wali kota dan/atau calon wakil bupati/wakil wali kota terpilih ditetapkan menjadi tersangka pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik menjadi kepala daerah dan wakilnya," terangnya merujuk Pasal 64 ayat (6).

Pada ayat (7), disebutkan bahwa setelah kepala daerah ditetapkan menjadi terdakwa pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik, kemudian saat itu juga diberhentikan sementara sebagai Bupati/Walikota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Walikota.

Kemudian pada ayat (8), kalau sudah ditetapkan sebagai terpidana, berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik, kemudian saat itu juga diberhentikan.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID