logo rilis

Serangan Siber Ancam Data Suara Jelang Pemilu 2019
Kontributor
Ning Triasih
07 Februari 2019, 20:45 WIB
Serangan Siber Ancam Data Suara Jelang Pemilu 2019
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, serangan siber yang kini marak terjadi diperkirakan berkaitan dengan manipulasi data perolehan suara.

"Melihat serangan yang sudah-sudah, (menyasar) angka, manipulasi data," kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat jumpa media di Jakarta, Kamis (7/2/2019) dikutip dari ANTARA.

Isu serangan siber yang terjadi saat Pemilu, menurut Dony, umumnya berkaitan dengan data tersebut. Adapun serangan fisik maupun teknis akan bermuara ke data.

"Karena kita semua menunggu data, misalnya quick count (hitung cepat)," lanjutnya.

Dony pun menjelaskan, peretas pada umumnya mengincar segala sesuatu yang tengah jadi pusat perhatian. Tujuan mereka sekarang bukan untuk mencari nama, melainkan mencari pembuktian seberapa besar kerusakan yang mereka buat.

"Hacker sekarang tidak mau nge-top (terkenal) karena nanti ditangkap," ujarnya.

Motif para peretas melakukan serangan sangat beragam, ada yang bermuatan ekonomi karena mendapat keuntungan setelah meretas, ada juga yang menjadikannya ajang pamer kemampuan. Apapun motifnya, target mereka adalah merubah data.

Serangan yang dapat terjadi pun bermacam-macam, misalnya serangan langsung dengan membuat server sibuk sehingga tidak bisa diakses. Ketika mereka bisa mengakses data, mereka akan mengubahnya, sehingga data menjadi tidak valid. Peretas juga mungkin menyerang agar server down sehingga data tidak bisa diakses.

Menurut Dony, siapa saja baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun lembaga quick count yang memegang data terkait perolehan suara, bisa menjadi sasaran hacker.

Adapun serangan siber tersebut bisa berasal dari mana saja, baik dari dalam maupun luar negeri, karena jika berbicara serangan melalui internet, tidak memandang ruang dan waktu, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID