logo rilis

'Serangan Hasto Mencerminkan Konflik Internal PDIP'
Kontributor

27 Maret 2018, 15:10 WIB
'Serangan Hasto Mencerminkan Konflik Internal PDIP'
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Serangan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto ke Partai Demokrat, disebut mencerminkan konflik internal partai banteng. Demikian disampaikan ?Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

"Kami memandang serangan Hasto pada partai kami yang sering dan selalu tanpa alasan, sesungguhnya merefleksikan konflik internal PDIP. Yakni, antara DPP PDIP dengan Presiden Jokowi," ujarnya via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Hasto menyinggung tagline Partai Demokrat "Katakan Tidak pada Korupsi", ketika dimintai komentar soal dugaan aliran duit e-KTP mengalir ke dua politisi PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung. Dia juga menyebut, rasuah e-KTP tanggung jawab rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca: Elite PDIP Dikaitkan dengan Sengkarut KTP, Demokrat yang Dibelah

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, pun bereaksi keras. Menurutnya, pernyataan tersebut aneh dan menggelikan. Soalnya, dianggap menyudutkan pemerintah SBY. SBY merupakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Sejurus kemudian, Hasto memberikan klarifikasi. Katanya, korupsi bukan cuma masalah satu partai, melainkan seluruhnya dan bangsa. Baginya, rasuah bisa dilakukan siapa saja, baik di pemerintahan maupun pihak lain.

Hasto menambahkan, dirinya tak bermaksud mengganggu hubungan Jokowi dengan Partai Demokrat. PDIP, sebutnya, bakal terbuka dengan pihak-pihak yang mendukung pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca: Kasus e-KTP, Giliran Demokrat Sindir PDIP

Meski begitu, bagi Rachland, pernyataan tersebut kembali membuktikan, bila Hasto merupakan juru bicara yang buruk bagi PDIP. "Pada saat bersamaan, dia juga memberi citra buruk pada politik, karena mengesankan seolah politik adalah perilaku tak bermartabat," jelasnya.

Di sisi lain, mantan aktivis Imparsial itu mengaku, hubungan partai bintang mercy dengan PDIP tak harmonis. Dirinya pun menyesali hal tersebut. "Karena dua partai nasionalis ini memiliki lebih banyak persamaan daripada perbedaan," ungkapnya.

Sedangkan relasi Partai Demokrat-Jokowi, imbuh Rachland, tak buruk. Buktinya, Jokowi mencoba mendekatkan diri dengan menyebut dirinya "Demokrat" sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, dia berharap, publik memberikan kepercayaan kepada Presiden. Sebab, Jokowi selaku seorang demokrat akan menangani masalah internal PDIP dengan arif. "Sebelum memberi isyarat dapat melangkah lebih dekat kepada Partai Demokrat," pungkas Rachland.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)