logo rilis
Serangan AS ke Suriah Dinilai Bisa Memicu Perang Besar
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 April 2018, 17:51 WIB
Serangan AS ke Suriah Dinilai Bisa Memicu Perang Besar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi menilai, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah diprediksi menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

"Akan meningkatkan eskalasi konflik. Lagi-lagi, rakyat Suriah yang terus menjadi korban," kata dia, Sabtu (14/4/2018). 

Menurut dia, ini karena serangan AS tidak membuat regim Bashar Asad mengendorkan operasinya terhadap kelompok oposisi bersenjata di Suriah, tetapi sebaliknya membuat serangan makin keras.

Pada pagi hari tadi, AS akhirnya benar-benar merealisasikan ancamannya dengan melakukan pengeboman di tiga sasaran fasilitas militer, baik di Damaskus maupun Homs.

Awalnya, ancaman AS itu dianggap pihak Suriah sebagai gertakan saja. Namun, Presiden Donald Trump ternyata benar-benar memerintahkan penyerangan itu. 

Serangan 10 rudal yang menewaskan sekitar 40 korban itu memang ditujukan untuk melumpuhkan fasilitas-fasilitas militer yang diduga digunakan untuk memproduksi senjata kimia berbahaya.

Rusia pun dikabarkan telah bereaksi keras terhadap serangan AS ini.

Yon Machmudi, yang juga Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia itu, menilai serangan AS itu memiliki dua dimensi.

Pertama, berkaitan dengan ketegangan AS dan sekutunya dengan Rusia yang belakangan ini semakin memuncak, ditandai dengan pengusiran diplomat Rusia di negara-negara Eropa dan Amerika.

Tindakan pengusiran pun dibalas oleh Rusia dengan melakukan aksi serupa.

Karenanya, kata dia, Suriah hanya dijadikan sebagai "battle field" untuk menarik perang itu ke kawasan Timur Tengah, yaitu Suriah.

"Konflik ini akan semakin meluas jika Rusia terpancing untuk semakin dalam terlibat dalam perang di Suriah dan membantu regim Asad membalas serangan AS," katanya.

Kedua, di samping berkaitan langsung dengan Suriah, serangan ini juga bermaksud untuk mengalihkan perhatian dunia Islam terhadap tindakan represif Israel baru-baru ini terhadap para peserta aksi demonstrasi damai di Gaza.

Yon Machmudi mengkhawatirkan serangan AS ini akan memicu peperangan yang lebih besar karena menyangkut ketegangan yang memuncak antara AS dan Rusia. Iran sendiri telah mengancam akan konsekuensi regional dari serangan AS ini.

Sumber: ANTARA


komentar (0)