logo rilis
Sepuluh Daerah Terancam Kekeringan dan Karhutla
Kontributor
Fatah H Sidik
18 April 2018, 18:34 WIB
Sepuluh Daerah Terancam Kekeringan dan Karhutla
Kebakaran hutan. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 10 daerah terancam mengalami kekeringan serta kebaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, tak mengalami hujan selama sebulan terakhir.

"Mengawali musim kemarau, tercatat 10 daerah dilaporkan tidak mengalami hujan selama hampir sebulan. Sehingga, perlu diwaspadai potensi berkurangnya persediaan air dan kemungkinan mudahnya terjadi kebakaran," ujar Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary T Djatmiko, via siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Kesepuluh daerah itu, Bireun (Aceh), Banyuwangi (Jawa Timur), serta Jembrana dan Tabanan (Bali). Lalu, Lombok Tengah (NTB), Ende, Malaka dan Nagakeo (NTT), serta Bantaeng dan Bulukumba (Sulawesi Selatan).

Berdasarkan data BMKG, musim kemarau 2018 dimulai April di sebagian wilayah dan diawali curah hujan 150 milimeter per bulan dan terus menurun. Daerah yang pertama kemarau, ialah NTT, NTB, dan Bali.

Puncak kemarau akan berlangsung hingga Agustus-September. Namun, musim kemarau tak merata di semua wilayah dan akan terus meluas hingga Oktober. Saat puncak kemarau, diprediksi curah hujan berkisar 20-0 milimeter per bulan atau sama sekali tak ada.

Meski begitu, menurut Hary, kemarau 2018 diprakirakan tak separah tahun 2015. Soalnya, hingga pertengahan tahun ini iklim di Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah. Justru, kemarau akan berimplikasi positif pada tanaman palawija dan tanaman semusim yang tak teralu memerlukan banyak air.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)