logo rilis
Seorang Penumpang Pesawat Tewas Tersedot di Atas Udara
Kontributor
Syahrain F.
18 April 2018, 15:48 WIB
Seorang Penumpang Pesawat Tewas Tersedot di Atas Udara
Foto yang diambil oleh salah seorang penumpang bernama Marty Martinez (kiri) ini menunjukkan momen menegangkan ketika para penumpang mengenakan tabung oksigen darurat dalam penerbangan maskapai Southwest menuju Dallas. FOTO:

RILIS.ID, Philadelphia — Seorang penumpang Maskapai Penerbangan Southwest tewas akibat tersedot keluar dari jendela setelah mesin jet pesawat itu mengalami kerusakan vital. 

Perempuan yang belakangan diketahui bernama Jennifer Riordan itu duduk di bagian kiri kabin dan tepat di samping jendela. Namun nahas, suatu benda yang diduga berasal dari dalam mesin jet melayang tepat ke arah jendela di samping Riordan.

Karena kuatnya tekanan udara, perempuan berusia 42 tahun itu tersedot keluar melalui jendela. Para penumpang lainnya berupaya menahan tubuh Riordan agar tidak sepenuhnya keluar dari kabin pesawat. Upaya itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama hingga dua orang pria mampu membuatnya kembali ke bangku.

Namun, Riordan sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.  

Melansir CNN, seorang penumpang bernama Marty Martinez menuturkan bagaimana situasi di dalam kabin berubah menjadi penuh ketegangan.

"Situasi menjadi gila, semua orang berteriak," tuturnya.

Sementara seorang penumpang lainnya, Matt Tranchin, pesimis nyawanya akan terselamatkan ketika itu.

"Ketika itu saya (berpikir) tidak akan hidup untuk melihat anak saya lahir, mengucapkan selamat 

tinggal kepada istri dan orang tua saya. Tapi saya, saya, sangat beruntung karena selamat (mendarat)," ucapnya.

Setelah tubuh Riordan berhasil didudukkan kembali ke bangku, kru pesawat berjibaku untuk menambal lubang di jendela menggunakan apa pun yang mereka miliki.

Sementara penumpang lainnya berupaya menutup lubang tersebut menggunakan jaket dan barang lainnya. Namun upaya tersebut gagal, barang-barang mereka itu justru tersedot keluar dari pesawat.

Martinez mengingat, ketika itu dia pun berpikir pesawat akan mengalami kecelakaan dan dirinya tak akan selamat. Penumpang di sekitarnya pun berjuang untuk dapat menulis pesan terakhir ke orang-orang yang mereka cintai di tengah situasi ketakutan dan panik.

"Kami dapat merasakan udara dan asap masuk dari luar melalui jendela yang berlubang. Sementara ada sejumlah penumpang yang berupaya mengobati perempuan yang berdarah akibat ledakan mesin. Situasinya tampak kacau," ulasnya.

Situs pelacak penerbangan pesawat FlighRadar24 memperkirakan, pesawat tipe Boeing 737-700 itu menurunkan ketinggiannya dari 31.684 kaki menuju 10,000 kaki dalam jangka waktu lima menit. Pesawat berangkat dari bandara LaGuardia di New York menuju Dallas, kemarin (17/4/2018).

"Saya tidak memahami bagaimana situasi sebenarnya, kondisi pesawat, di ruang kokpit, apakah kami bisa mendarat atau tidak... Situasinya sangat membuat kami trauam. Namun ketika akhirnya kami berhenti (mendarat), seisi pesawat menitikkan air mata, menangis, dan bersyukur karena masih hidup," tutur Martinez.

Pesawat dengan tujuan Dallas itu melakukan pendaratan mendadak di Philadelphia. Data rekaman pesawat telah dikirim ke Washington untuk ditelusuri lebih lanjut. Pihak maskapai mengatakan, peristiwa tewasnya seorang penumpang ketika berada dalam penerbangan merupakan pertama kalinya sejak perusahaan itu berdiri.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)