logo rilis
Sengitnya Pertarungan Jelang Tahun Politik
Kontributor
Fatah H Sidik
17 Januari 2018, 05:45 WIB
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPW), Ujang Komarudin, menilai, pertarungan jelang tahun politik mulai sengit. Hal tersebut tecermin dari sejumlah peristiwa beberapa hari terakhir.

"Sudah mulai indikasinya, bagaimana seperti La Nyalla, sekarang Hanura, sekarang pelantikan Ketua DPR yang baru. Ini sudah jelas pemanasan menjelas Pemilu 2019," ujarnya saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Sebagai informasi, bakal calon Gubernur Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, sebelumnya menuding Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, meminta mahar politik kepadanya. Namun, kabar tersebut telah ditampik sejumlah kader Gerindra.

Belakangan, giliran Hanura dilanda konflik internal. Partai besutan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto tersebut, terpecah menjadi dua. Kubu Oesman Sapta Odang dan poros Sarifuddin Sudding.

Dan belum lama ini, politisi Golkar, Bambang Soesatyo, dilantik sebagai Ketua DPR. Eks Ketua Komisi III DPR itu menggantikan Setya Novanto yang telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjadi terdakwa kasus dugaan rasuah KTP elektronik (e-KTP).

Untuk Hanura, Ujang menyarankan, segera menyelesaikan masalah internalnya. Jika tidak, berbahaya bagi eksistensi ke depannya. "Harus terknosolidasi dengan baik menjelang verifikasi faktual. Sayang kalau sampai tidak lolos verifikasi faktual," jelasnya. Sebab, Hanura memiliki perwakilan di Senayan sejak 2009 hingga kini.

Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini mengingatkan, pada era sekarang sulit membuat partai baru. Sehingga, yang ada harus dijaga. "Kalau tidak, masyarakat tidak akan simpati dan tidak memilih," tegasnya. Kerugian pun bakal dialami para kadernya.

Tags
#Hanura
#IPR
#Ujang Komarudin
#La Nyalla
#DPR RI
#Bambang Soesatyo
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)