logo rilis
Sempat Diingatkan Warga, Pembina Susur Sungai: Kalau Mati di Tangan Tuhan
Kontributor
Tari Oktaviani
24 Februari 2020, 09:01 WIB
Sempat Diingatkan Warga, Pembina Susur Sungai: Kalau Mati di Tangan Tuhan
Istimewa

RILIS.ID, Sleman— Seorang siswi korban selamat dalam susur sungai SMPN 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita mengungkapkan warga setempat sebetulnya sudah mengingatkan terkait bahayanya susur sungai dalam musim penghujan. Namun kakak pembinanya tak memperdulikan peringatan itu.

"Katanya, enggak apa-apa, kalau mati di tangan Tuhan, kata kakak pembinanya," ujar Tita dalam wawancaranya dengan KompasTV.

Tita, mengaku tak tahu mengapa kegiatan susur sungai diadakan. Namun sepengetahuannya, susur sungai menjadi kegiatan rutin pramuka di SMPN 1 Turi.

"Enggak tahu (tujuannya). Soalnya, setiap tahun kalau mau kemah pasti ada itu (susur sungai)," katanya.

Menurut Tita susur sungai pun tetap dilaksanakan. Para siswa dibagi menjadi beberapa regu. Setiap regu berisi tujuh hingga delapan orang.

Saat diterjang arus sungai, Tita bersama temannya saling berpegangan. Temannya mengaku tak kuat menahan arus.

"Via bilang, Ta, aku udah enggak kuat. Tak suruh dia pegangan di pundak," katanya.

Masih di dalam sungai, Tita kemudian mendengar teriakan lain dari adik-adik kelasnya yang mengatakan ada yang hanyut.

"Adik kelas bilang, mbak mbak kae tulungi ana sing wes keli soko nduwur (mbak mbak tolongin, ada yang sudah hanyut dari atas). Yaudah saya tolong," papar Tita.

Tita menuturkan berusaha menggapai dua orang yang hanyut dari atas. Akhirnya, tangan kanan Tita memegang seorang adik kelas perempuan, sedangkan tangan kirinya menggapai seorang anak laki-laki.

"Adik kelas ada 2, (tangan) yang kanan megangin cewek yang kiri megangin cowok, Via pegang pundak," katanya.

Mereka terseret arus hingga beberapa meter sampai kemudian Tita terpisah dengan ketiga orang yang sempat ditolongnya.

"Terus aku kesangkut di batu, nangis minta tolong, ada warga yang nolongin," ucap dia.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 10 siswa ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka.

Polisi telah menetapkan satu orang pembina, sekaligus guru SMPN 1 Turi berinisial IYA sebagai tersangka.

 

 

Sumber: kompas.com




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID