logo rilis
Seminar Internasional untuk Menjawab Tantangan dan Permasalahan Global Tentang Penyediaan
Kontributor
Elvi R
24 September 2019, 15:45 WIB
Seminar Internasional untuk Menjawab Tantangan dan Permasalahan Global Tentang Penyediaan
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Kementerian Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Serealia (BALITSEREAL) bekerja sama dengan International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) dan Kementerian RISTEK DIKTI melaksanakan seminar internasional dengan tema “International Conference on Sustainable Cereals and Crops Production Systems in The Tropics (ICFST)” (23-25/09) di Hotel Rinra Makassar.

RILIS.ID, Makassar— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Kementerian Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Serealia (BALITSEREAL) bekerja sama dengan International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) dan Kementerian RISTEK DIKTI melaksanakan seminar internasional dengan tema “International Conference on Sustainable Cereals and Crops Production Systems in The Tropics (ICFST)” (23-25/09) di Hotel Rinra Makassar. 

Seminar dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Dr. Haris Syahbuddin, DEA.  Dalam paparannya Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr menyampaikan bahwa “Provinsi Sulawesi Selatan telah berkontribusi nyata dalam penyediaan pangan secara nasional, karena produksi pangan Sulawesi Selatan sudah surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel, sehingga kelebihan produksi tersebut telah didistribusikan ke beberapa provinsi lainnya”, ujar Nurdin Abdullah. Lebih lanjut Nurdin Abdullah memaparkan bahwa “Produksi padi di Sulsel telah mencapai 6  juta ton demikian juga jagung telah berproduksi 2,5 juta ton, keberhasilan produksi tersebut antara lain didukung oleh penerapan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh para peneliti Balitbangtan” ujarnya.

Peserta yang hadir diperkirakan 500 orang yang terdiri dari pakar berbagai bidang ilmu dan para pengambil kebijakan dari 16 negara, yaitu: India, USA, Canada, Australia, Malaysia, Ethiopia, Ghana, Zimbabwa, Tanzania, Madagaskar, Cameroon, Malawi, Rwanda, Indonesia, China, Thailand. 

Dalam sambutan Kepala Balitbangtan yang disampaikan oleh Dr. Haris Syahbuddin, DEA, bahwa konferensi internasional ini diselenggarakan dengan tujuan untuk bertukar informasi hasil-hasil penelitian dan strategi pengembangan tanaman pangan utama (padi, jagung, sorgum, gandum dan umbi-umbian). “Diharapkan dari seminar ini dapat dibangun jejaring kerja sama penelitian dan pengembangan komoditas tanaman pangan dalam menjawab tantangan dan permasalahan global tentang penyediaan pangan yang sehat dan berkecukupan secara berkelanjutan”, urainya lebih lanjut.

 

Selama dua hari (23-24/09) para ahli dari berbagai bidang ilmu dari dalam serta luar negeri akan memaparkan makalahnya masing-masing yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Makalah yang disampaikan yaitu makalah oral sebanyak 94 makalah dan makalah poster sebanyak 1.27 makalah. Diakhir kegiatan (25/09) peserta seminar field trip ke Balitsereal untuk melihat inovasi tanaman serealia yang telah dihasilkan. Salah satunya adalah pertanaman varietas unggul yang mempunyai potensi hasil 12 – 13,5 t/ha dan teknologi sistem tanam untuk meningkatkan indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID