logo rilis
Selasa Sore, Rupiah Bergerak Melemah
Kontributor
Kurniati
15 Mei 2018, 19:05 WIB
Selasa Sore, Rupiah Bergerak Melemah
Ilustrasi rupiah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (15/5/2018) sore, bergerak melemah sebesar 67 poin menjadi Rp14.030 dibandingkan posisi sebelumnya, Rp13.963 per dolar Amerika Serikat.

Menurut Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat menjadi salah satu kendala bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Semakin tinggi imbal hasil AS, semakin besar potensi arus keluar modal dari pasar berkembang," katanya di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Saat ini, lanjut dia, perhatian investor sedang tertuju pada rapat kebijakan Bank Indonesia. 

Bank Indonesia, kata Hussein, mungkin meningkatkan suku bunga guna menstabilkan rupiah dan mengurangi kekhawatiran investor mengenai arus keluar modal.

Direktur Strategi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, menilai pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS cenderung disebabkan faktor eksternal dan bukan dari dalam negeri.

"Dari segi fiskal, baik itu pemasukan, pengeluaran dan pembiayaan menunjukkan angka yang bagus. Bank Indonesia pun juga melakukan intervensi dengan melepas valas hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat. Hal ini memperlihatkan kebijakan BI yang mempertimbangkan faktor stabilisasi dan pertumbuhan, sehingga ditempuh dalam bauran kebijakan (policy mix)," ujarnya.

Menurut dia, mata uang rupiah yang tertekan menyusul stimulus pemerintah AS yang memangkas pajak korporasi, sehingga berpeluang bagi bank sentral AS (The Fed) dalam menaikkan suku bunga. 

Akan tetapi, nilai tukar rupiah bukan satu-satunya mata uang yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (15/5/2018) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp14.020 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.976 per dolar AS.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)