logo rilis
Selain di Kampus, Radikalisme Turut Beredar di Medsos
Kontributor

31 Mei 2018, 08:23 WIB
Selain di Kampus, Radikalisme Turut Beredar di Medsos
Menristekdikti, M Nasir. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan penyebaran paham radikalisme sekarang ini tidak hanya melalui kampus, namun juga lewat media sosial.

"Saat ini, penyebaran radikalisme tidak hanya melalui kampus, namun langsung ke setiap individu melalui media sosial," ujar Nasir di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Kemristekdikti secara tegas menolak adanya penyebaran radikalisme di kampus. Menurut dia, masuknya ajaran tersebut di kampus, sudah berlangsung lama, sekisar 35 tahun silam sejak 1983.

Saat itu, pemerintah menerapkan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Sehingga praktis kehidupan politik di kampus dilarang. Kekosongan tersebut diisi dengan kelompok yang menyebarkan paham radikal tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yang sudah tercemar, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Insitut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme.

"Saya melihat tidak hanya tujuh kampus itu saja yang terpapar, potensinya besar," kata Nasir.

Dia menambahkan, pihaknya pada tahun lalu, telah melakukan deklarasi antiradikalisme di kampus. Melalui deklarasi tersebut, dia meminta pihak kampus untuk menjaga kampusnya dari paham radikal tersebut.

Menristekdikti juga meminta, para rektor untuk mengawasi dengan lebih baik organisasi-organisasi yang memiliki potensi menyebarkan paham radikal di lingkungan kampus.

Sebelumnya, ia mengatakan, telah mengintruksikan para rektor agar memberhentikan sementara dosen atau petinggi kampus yang dianggap ikut serta dalam menyebarkan paham teroris.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID