logo rilis

Sektor Pertanian Bergeliat saat Neraca Perdagangan April 2018 Defisit
Kontributor

15 Mei 2018, 23:23 WIB
Sektor Pertanian Bergeliat saat Neraca Perdagangan April 2018 Defisit
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri (kanan). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Sektor pertanian berada di jalur hijau, meski neraca perdagangan April 2018 defisit Rp22,65 triliun atau US$1,63 miliar (kurs Rp13.900). Bahkan, nilai ekspor agrobisnis menjadi US$300 miliar atau naik 6,11 persen dibanding bulan sebelumnya (month to month/mtm) atau meningkat 7,38 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri, bergairahnya agrobisnis merupakan buah kerja keras Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk menggenjot ekspor. Jagung, misalnya, nilai ekspor menembus US$11,76 juta pada Januari-Maret 2018 atau naik 380,81 persen dibanding periode sama tahun lalu (US$2,43 juta).

"Begitu pun beras. Ekspor pada Januari hingga Maret 2018 mencapai US$829 ribu. Sedangkan periode yang sama di tahun 2017, hanya US$235 ribu. Sehingga, terjadi kenaikan 252,15 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Berdasarkan negara tujuan pada 2017, mayoritas ekspor jagung ke Philipina senilai US$7,8 juta. Lalu, kedelai ke Australia sebesar US$19,17 juta, ubi kayu ke Taiwan US$4,9 juta, dan ubi jalar ke Jepang US$5,9 juta.

"Untuk ekspor nanas, terbanyak ke Amerika Serikat nilainya mencapai US$52,5 juta, ekspor kelapa terbanyak ke Cina nilainya mencapai US$230,44 juta, dan ekspor kelapa sawit terbanyak ke India mencapai US$4,97 miliar," tutup Boga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan April 2018, ekspor nonmigas dan migas mengalami penurunan secara bulanan (mtm). Ekspor migas sebesar US$1,19 miliar atau turun 11,32 persen.

Begitu pula untuk ekspor industri pengolahan, turun 4,38 persen (mtm) dan nilainya US$10,64 miliar. Tren serupa terjadi pada sektor pertambangan, turun 16,03 persen (mtm) menjadi US$2,34 miliar.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)