logo rilis
Seknas Prabowo-Sandi Soroti Dana Bansos yang Dibagikan Jelang Pilpres
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
27 Maret 2019, 14:24 WIB
Seknas Prabowo-Sandi Soroti Dana Bansos yang Dibagikan Jelang Pilpres
Direktur Eksekutif Seknas Prabowo-Sandi, George Edwin Sugiharto. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyoroti maraknya pembagian dana bantuan sosial (bansos) dari pemerintah menjelang Pilpres 2019. Menurut Direktur Eksekutif Seknas Prabowo-Sandi, George Edwin Sugiharto, pembagian bansos jelang Pilpres 2019 itu adalah sebuah masalah.

"Kita sebagai rakyat setuju-setuju saja kalau dana bansos untuk masyarakat. Akan tetapi momennya ini yang menjadi masalah. Jelang hajatan besar baru digelontorkan. Kenapa tidak 2014 akhir," katanya saat menyampaikan sambutan dalam Diskusi Publik Seknas Prabowo-Sandi bertajuk "Stop Politisasi Bansos APBN" di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Rabu (27/3/2019). 

George mengatakan, selama ini masyarakat sangat antusias untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, menurutnya, pemerintah justru menggelontorkan bansos kepada masyarakat menjelang Pilpres 2019. 

"Akan tetapi dana bansos ini akan mengucur lebih deras tiga minggu terakhir," ujarnya. 

Dia menjelaskan, ada dua sumber bansos yang selama ini diberikan kepada masyarakat, yakni dari APBN dan siluman. Menurutnya, dana bansos siluman itu ditemukan oleh laskar pengawas kecurangan pemilu dibentuk oleh Seknas Prabowo-Sandi.

"Paket-paket sembako berisi uang, dan pasangan calon tertentu sudah mulai bertebaran," ungkap dia. 

"Celakanya kalau siluman kita bisa menerima beberapa argumentasi dan kita tahu arahnya ke mana. Akan tetapi yang melalui APBN ini kita agak miris. Tahun 2018 pada bulan Agustus tanggal 17, ada berita dana bansos naik 100 persen, mensos berharap masyarakat pilih Jokowi lagi," lanjutnya. 

Dana bansos, lanjut George, mengalami kenaikan pada akhir Januari 2019 yang mencapai Rp15,1 triliun.

"Melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp5,3 triliun," tandasnya. 

Dalam diskusi yang digelar Seknas Prabowo-Sandi setiap pekan itu, sejumlah narasumber hadir, di antaranya Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, dan Direktur Eksekutif Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID