logo rilis
Seknas Prabowo-Sandi: Kalau Mau Habis Kezaliman Ya Ganti Presiden
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Februari 2019, 14:45 WIB
Seknas Prabowo-Sandi: Kalau Mau Habis Kezaliman Ya Ganti Presiden
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, M Taufik, mengatakan, banyak kejanggalan dalam penerapan hukum di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Untuk itu, kata dia, pemerintahan hari ini harus dihentikan agar tidak ada lagi kezaliman dan ketidakadilan dalam hukum. 

"Kalau mau habis kezaliman, ketidakadilan hukum, ya ganti presidennya. Saya mengajak kawan-kawan mari bergerak bersama agar tanggal 17 April 2019 yang akan datang Pak Prabowo dan Pak Sandi akan memenangkan pilpres," katanya saat membuka diskusi Selasaan Topic of The Week "Hukum Era Jokowi Mundur dan Zalim?" di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Rabu (6/2/2019). 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengungkapkan, ada ketidakadilan dalam penegakan hukum di masa pemerintahan Jokowi. Salah satunya, ujar dia, adanya tebang pilih dalam menuntaskan segala permasalahan hukum di Indonesia. 

"Ketika dari kami melapor, sampai dengan hari ini tidak ada satupun yang diproses. Karena yang kami laporkan adalah kelompoknya sebelah. Ketika orang baru melapor jsutru diproses. Saya meyakini bangsa kita rakyat kita sudah cerdas. Semakin kita ditekan, semakin muncul keberanian rakyat," ujarnya. 

Taufik kemudian menceritakan soal kasus yang menjerat musisi dan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Dhani. Menurutnya, Dhani adalah salah satu korban ketidakadilan pemerintah terkait hukum. 

"Kita patut bangga, punya saudara seperti Dhani. Tegar orangnya. Pejuang. Penguasa sekarang memainkan seluruh instrumen," ungkap dia. 

"Insyaallah Pak Prabowo akan menjenguk Mas Dhani. Kemarin sempat ke rumah Dhani," lanjut Taufik.

Dia meyakini, Pilpres 2019 yang tinggal dua bulan ini akan bisa mendorong kemenangan Prabowo-Sandi. Hal itu, lanjut dia, terlihat dari antusiasme masyarakat untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02 tersebut. 

"Jadi memang seluruh instrumen insyaallah akan dibalikan oleh gerakan Tuhan. Suara langit kita akan minta berpihak pada kita," tandasnya. 

Dalam diskusi itu, hadir politisi PKS Al Muzammil Yusuf, politisi Partai Gerindra M Syafii, pengacara guru honorer Andi M Asrun, Pendiri dan Ketum HRS Center Abdul Chair Ramadhan, politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID