Home » Peristiwa » Dunia

Sekjen PBB Upayakan Perdamaian Pemerintah Kolombia dengan Gerilyawan

print this page Minggu, 14/1/2018 | 14:42

Sekjen PBB António Guterres (ketiga dari sisi kiri) dan jajaran pemerintahan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (di sisi kanan) menggelar pertemuan membahas berbagai isu di Amerika Latin, di Bogotá, kemarin (31/1). FOTO: Dok. PBB/Juan Manuel Barrero Bueno

RILIS.ID, Bogota— Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan dukungannya terhadap proses perdamaian di Kolombia.

"Saya ingin sekali lagi menyampaikan komitmen penuh PBB mendukung pemerintah Kolombia dalam upaya yang sangat penting ini, yaitu membangun perdamaian sekaligus sistem demokrasi yang inklusif agar setiap elemen bangsa bisa menikmati dampak perkembangan (global)," kata Guterres dalam konferensi pers di Bogota, pada Sabtu (13/1). 

Pernyataan itu dikeluarkan setelah menggelar pertemuan dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dalam rapat resmi pertamanya di sana.

Pada 2016, Kolombia mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah dengan kelompok gerilya bersenjata terbesar negara itu, Pasukan Revolusioner Kolombia-Tentara Rakyat (FARC).

Namun, langkah yang sama tidak ditempuh oleh Presiden Santos terhadap kelompok pemberontak Pasukan Pembebasan Nasional (ELN). 

Santos menghentikan perundingan dengan ELN setelah serangan mereka menewaskan satu prajurit dan melukai dua lainnya.

Gencatan senjata antara pemerintah dan ELN berlaku selama 101 hari dan berakhir pada awal tahun ini. Kedua pihak mengatakan ingin kembali berunding dan mencari jalan tengah.

ELN yang terbentuk pada 1964 merupakan satu-satunya laskar gerilya yang tersisa di Kolombia. Anggota mereka berjumlah sekitar kurang dari 2.000 orang.

Presiden Santos juga memastikan niatnya melanjutkan pembahasan perdamaian.

"Ini adalah sebuah proses. Kami sadar dengan tantangan yang kami hadapi. Yang paling penting adalah memastikan keamanan di daerah pedalaman, yang sudah lama menderita karena konflik bersenjata," ujar Santos.

Selain masalah tersebut, pertemuan Guterres dan Santos juga membahas masalah perubahan iklim dan krisis kemanusiaan di Venezuela.

Penulis Syahrain F.
Sumber Anadolu Agency

Tags:

PBBSEKJEN PBBKOLOMBIAFARCELN