logo rilis
Sejak Polemik Status Yerusalem, Israel Tahan 562 Anak-anak Palestina
Kontributor
Syahrain F.
23 Maret 2018, 14:41 WIB
Sejak Polemik Status Yerusalem, Israel Tahan 562 Anak-anak Palestina
Keluarga Tamimi berupaya melepaskan Mohammed, bocah berusia 11 tahun, dari cengkeraman tentara Israel dalam aksi protes atas penyitaan tanah warga di Nabi Saleh, Tepi Barat, September 2015 lalu. FOTO: Getty Images/Abbas Momani

RILIS.ID, Ramallah— Tentara Israel dilaporkan telah menahan 562 anak-anak Palestina sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan mengakui Yerusalem sebagai "ibu kota Israel" dan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Kota Suci Yerusalem.

Menurut pernyataan tertulis dari Kepala Urusan Tahanan Palestina dan Unit Dokumentasi Abdunrasir Ferwana, Pemerintah Israel telah meningkatkan penahanan terhadap anak-anak Palestina sejak itu.

Ferwana mengatakan, tindakan penahanan semena-mena terhadap anak-anak Palestina itu meluas ke semua kota di Tepi Barat.

“Sejak keputusan Trump itu jumlah anak yang ditahan mencapai 562 dan sebagian besar dari mereka telah dibebaskan kemudian,” ujar Ferwana.

Menurut dia, tujuan penahanan tersebut adalah untuk “menakut-nakuti anak-anak Palestina, menghancurkan masa depan mereka, memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan fisik, mental dan emosional mereka".

Ferwana menyampaikan, semua anak yang ditahan telah mendapatkan perlakukan kekerasan secara fisik dan psikologis.

Sebagian besar anak-anak yang ditahan menceritakan tentang peristiwa menyakitkan atau tindak kekerasan yang mereka alami selama berada di dalam tahanan. Hal ini akan menyebabkan trauma bagi anak-anak itu.

Asosiasi Tahanan Palestina, Organisasi Tahanan Hati Nurani dan Perlindungan Hak Asasi Manusia menyebutkan, sebanyak 213 orang Palestina meregang nyawa di penjara Israel sejak 1967.

Di antara mereka ada tujuh yang ditembak, 72 lainnya disiksa hingga meninggal dunia dan 59 orang lainnya tewas karena kurangnya perawatan medis.

Kelompok tersebut juga menyoroti fakta bahwa orang-orang Palestina di tahanan Israel mengalami perlakuan "tidak manusiawi", termasuk penyiksaan fisik dan psikologis.

Sekitar 60 persen tahanan telah menderita "serangan fisik yang brutal".

Menurut statistik yang dikeluarkan Palestina, ada sekitar 6.400 warga Palestina yang saat ini masih ditahan di penjara Israel, termasuk sekitar 500 orang dalam penahanan administratif.

 

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)