logo rilis
Sediakan Benih Kentang Berkualitas, Balitbangtan Kembangkan Inovasi
Kontributor
Elvi R
29 Maret 2018, 17:40 WIB
Sediakan Benih Kentang Berkualitas, Balitbangtan Kembangkan Inovasi
Lokasi Inovasi Perbenihan Kentan di Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. FOTO: Humas Balitbantan

RILIS.ID, Jakarta— Kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis dalam penyediaan pangan dan bahan baku industri mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, produksi kentang yang berkualitas sangat perlu didukung oleh ketersediaan benih kentang bermutu. Melalui proses sertifikasi benih dalam proses budidaya dengan sentuhan inovasi, benih unggul berkualitas akan tercipta.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia, bersama dengan Agroinovasi Balitbangtan Kementan dan Badan Pengkajian Balitbangtan, menargetkan produksi benih sebar (G2) kentang sebanyak 136 ton untuk menyongsong tahun perbenihan 2018 melalui BPTP Balitbangtan Jawa Tengah.

Dalam hal ini, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah telah melakukan kegiatan produksi benih pada lahan seluas 17 hektare, di Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara pada MT 2017-2018. Saat ini, lahan tersebut sudah memasuki tahap panen dan sejak awal sudah melibatkan BPSB untuk verifikasi dan sertifikasi benih. Dengan provitas 10-12 ton per hektar dan rendemen benih 8 ton per hektare, diharapkan benih yang ditargetkan dapat dicapai dan utamanya adalah benih kentang bersertifikat.

Benih yang dihasilkan dari kegiatan ini akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten wilayah pengembangan kentang di Jawa Tengah diantaranya Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Batang, Pekalongan, Tegal, Kebumen, Semarang dan Karanganyar.

Adapun varietas kentang yang dikembangkan adalah Granola L dan Granola K yang keduanya tergolong relatif lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman dari varietas yang lain. Selain penggunaan varietas unggul, beberapa inovasi teknologi pun diterapkan, sperti seed treatment, penggunaan mulsa plastik dan penerapan sistem tanam single row.

Mengingat penanaman yang dimulai pada bulan Oktober yang merupakan off season dan memasuki musim hujan. Maka, pertanaman menggunakan mulsa plastik dan sistem tanaman single row dengan pembuatan bedengan-bedengan dan parit yang lebih dalam untuk memperlancar pembuangan air, karena tanaman kentang tidak memerlukan banyak air.

Inovasi lainnya adalah penggunaan screen untuk mengatasi penyebaran virus maupun penyakit tanaman lainnya. Karena dalam perbenihan kentang dilakukan bersama dengan Kelompok-Kelompok Tani pemilik lahan yang terpisah dan bercampur dengan pertanaman kentang konsumsi dalam satu wilayah. Sehingga, budidaya tanamannya tidak bisa dipisahkan dengan budidaya kentang untuk konsumsi.

Selain melibatkan kelompok tani dan pemberdayaan tenaga kerja masyarakat sekitar dalam proses produksi, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan produsen benih yang ada di wilayah pengembangan untuk penanganan pascapanen, seleksi dan penyimpanan. Sehingga, kegiatan produksi benih kentang yang dilakukan tidak hanya mengejar kuantitas target produksi, namun juga menjalankan fungsi diseminasi hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan, pemberdayaan dan pendampingan kelembagaan petani, serta kerja bersama stakeholder perbenihan kentang. 

Sumber: R. Heru Praptana


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)