logo rilis
Sebut Partai Setan dan Partai Allah, Amien Rais Dipolisikan
Kontributor
Nailin In Saroh
15 April 2018, 22:37 WIB
Sebut Partai Setan dan Partai Allah, Amien Rais Dipolisikan
Amien Rais, FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pernyataan mantan Ketua MPR Amien Rais tentang partai Allah dan partai setan kini berbuntut panjang. Tokoh reformasi itu dilaporkan ke polisi. 

Amien dilaporkan oleh Cyber Indonesia dengan tuduhan telah melakukan ujaran kebencian.

"Hari ini kita buat laporan polisi terkait dengan terlapornya adalah saudara Bapak AR (Amien Rais) berhubungan dengan adanya kutipan di media sosial yang saya lihat sendiri," ujar Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

"Saya tidak mau sebut nama akun medsosnya, dan kalian sudah tahu karena sudah viral mengenai adanya pernyataan orang tidak bertuhan, pernayataan partai Allah dan partai setan," tambahnya.

Aulia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus. Dia melaporkan Amien dengan tuduhan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial. Seperti pasal 28 ayat 2, UU ITE, dan atau pasal 156 a KUHP.

"(Barang bukti) ada print out, isinya pernyataan yang saya jelaskan. USB untuk simpan softcopy," terang Aulia.

Menurut Aulia, Amien telah melakukan provokasi kepada masyarakat dalam penyebutan partai Allah dan setan. Itu, kata Aulia, tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila.

"Kami melihat telah ada suatu upaya dikotomi atau provokasi yang membawa ras dan agama. Padahal kita tahu bahwa negara kita adalah negara berdasar Pancasila dan UUD 1945," jelasnya.

Aulia merasa, tokoh Muhammadiyah itu telah melecehkan partai di luar tiga partai yang disebut partai Allah. Baginya, hal ini bisa merupakan ujaran kebencian.

"Maka itu, kami lihat ada indikasi, dugaan telah memecah belah persatuan bangsa. Yang mana kita negara Indonesia adalah negara Pancasila," beber Aulia.

Selain ujaran kebencian, Aulia juga menuduh Amien melakukan penistaan agama. Hal ini karena telah menyebut ada orang tidak bertuhan.

"Pada konten yang menyatakan orang tidak bertuhan. Konten ada partai Allah. Tadi sudah saya jelaskan, tadi seolah-olah sudah ada friksi. Golongan ini A, ini B. Islam kan universal," tukasnya 

"Lebih jauh, tinggal penyidik yang ahlinya. Bagaimana masuk pasalnya sesuai materi yang dilaporkan," kata Aulia menandaskan.

Sebelumnya, Amien yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang partai setan dan partai Allah dalam tausyiahnya pada Jumat (13/4) lalu. Dia menyebut PAN, PKS, dan Gerindra ada untuk membela agama Allah. Sementara orang yang anti-Tuhan bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan.

Amien Rais belum bisa dimintai konfirmasi mengenai pelaporan ini. Namun sejak awal Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya usai acara, Amien menyatakan bahwa yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

"Saya enggak katakan begitu. Jadi ini bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Yang cara berpikir gelombang manusia yang prosetan itu pasti akan merugi, sementara gelombang besar yang didikte oleh kehendak Allah pasti menang," katanya.

Editor: Yayat R Cipasang


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)