logo rilis
Sebulan Pascapraperadilan, KPK Belum Umumkan Tersangka Baru Century, Ada Apa?
Kontributor
Tari Oktaviani
27 Mei 2018, 11:45 WIB
Sebulan Pascapraperadilan, KPK Belum Umumkan Tersangka Baru Century, Ada Apa?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penyidik masih mendalami proses-proses pengambilan keputusan sehingga Bank Century mendapat dana talangan. Ini ihwal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap dana bail out Bank Century 

"Belum. Kita sudah dilapori dan memang dari situ sebenarnya masalahnya, itu muncul dari dulu kan. Pemberian jangka pendek kemudian yang berikutnya. Rapat itu sarankan selidiki dan diteliti secara dalam juga dua proses yang sebelumnya," kata Agus, Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Ia berujar, pihaknya masih memetakan siapa berperan apa. Sehingga kemudian nantinya bisa menemukan pelaku yang diduga melakukan rasuah dalam kasus itu. Namun begitu, Agus enggan menyebut nama yang paling berpotensial menjadi tersangka.

"Ya nanti kita lanjutkan siapa yang berperan besar dalam pengambilan putusan," tegasnya.

Sebelumnya, ada 10 nama yang tercantum dalam pertimbangan hakim Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Budi Mulya terbukti bersalah melakukan korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat BI, di antaranya Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI. Kemudian Siti Chalimah Fadjrijah (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah.

Kemudian, Budi Rochadi (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang 7 Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubenur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan. Selanjutnya, Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang 3 Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang 8 Logistik, Keuangan, Penyelesaian Aset, Sekretariat dan KBI.

Selain itu ada pula pemilik Bank Century Robert Tantular dan Hermanus Hasan serta Raden Pardede selaku Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga disebut. 

Diketahui Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). 

Hakim praperadilan PN Jakarta Selatan, Effendi Mukhtar mengabulkan praperadilan tersebut. Dalam putusan yang dibacakan pada Senin (9/4) itu, Hakim Effendi Mukhtar memerintahkan termohon, yakni KPK untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)